Penulisan Orang Tua dalam EYD

Penulisan orang tua dalam EYD atau ejaan yang telah disempurnakan adalah dipisah atau tidak disambung. Penulisan orang tua yang disambung berarti salah atau tidak sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Apa itu EYD? Di Indonesia terdapat peraturan tata bahasa yang sering dikenal dengan EYD. Kita akan membahas beberapa ketentuan EYD dan juga contohnya.

Ketentuan Gabungan Kata dalam EYD

EYD atau ejaan yang disempurnakan merupakan penyempuranaan ejaan yang ada di Indonesia. EYD pertama kali dilakukan pada tahun 1972 yang merupakan penyempuranaan dari Ejaan Suwandi. Setelah itu terbitlah Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan pada tahun 1975. EYD kemudian terus diperbaiki, salah satunya yang diterbitkan pada tahun 2009. Pada pedoman EYD tersebut diatur banyak hal mengenai tata bahasa Indonesia yang telah ditentukan, salah satunya mengenai gabungan kata.

Gabungan kata merupakan penggabungan dua kata sehingga membentuk makna yang baru. Ada beberapa ketentuan yang diterapkan dalam penulisan gabungan kata. Gabungan kata yang merupakan kata majemuk penulisannya dipisah. Salah satu contohnya penulisan orang tua dalam EYD yang juga dipisah. Contoh lainnya yaitu simpang empat, meja tulis, persegi panjang, bujur sangkar, dan lain-lain.

Ada juga gabungan kata yang dapat menimbulkan salah pengertian sehingga penulisannya dibantu dengan menambahkan tanda hubung di antara kedua katanya. Contohnya antara lain anak-istri saya dan anak istri-saya, ibu-bapak kami dan ibu bapak-kami, atau buku IPA-baru dan buku-IPA baru. Tanda hubung tersebut akan memberikan pengertian tentang maksud kata gabungan apakah berkaitan dengan kata sebelumnya ataukah kata sesudahnya.

Penggunaan EYD di Masyarakat

Penggunaan EYD di masyarakat biasanya tidak terlalu diperhatikan apalagi untuk keperluan informal. Masih banyak orang yang salah dalam menuliskan ejaan Bahasa Indonesia. Salah satu contoh penulisan yang sering salah misalnya penulisan “apotik” yang seharusnya “apotek”. Hal tersebut kadang tak dimengerti oleh penulisnya maupun oleh masyarakat.

Di sekolah sebenarnya pelajaran Bahasa Indonesia diajarkan sejak SD sampai SMA bahkan sampai perguruan tinggi. Namun masalah EYD masih sering tidak diperhatikan. Masyarakat kadang lebih membenarkan ejaan yang lebih sering mereka lihat walaupun itu salah. Sebagai orang yang berpendidikan seharusnya kita dapat menerapkan ejaan yang disempurnakan dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dapat menjaga Bahasa Indonesia sebagai kekayaan bangsa Indonesia. Seperti halnya penulisan gabungan kata orang tua. Penulisan orang tua dalam EYD seharusnya dipisah tapi ada saja yang menulisnya disambung.

Loading...
Selanjutnya : Isi Curriculum Vitae Adalah
Sebelumnya: Pentingnya Menguasai Improvisasi Sulap Tali dan Sulap Lainnya
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar