Penyakit Balantidiasis Lebih Bahaya dari Diare


Kesehatan itu mahal harganya. Oleh karena itu, harus bisa menjaga kesehatan dengan baik. Jangan sampai terserang penyakit balantidiasis. Mungkin penyakit ini masih asing ditelinga banyak orang. Wajar saja, karena namanya yang asing.

Lalu, apa yang dimaksud dengan balantidiasis? Balantidiasis merupakan nama lain dari penyakit disentri. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri. Balantidiasis adalah penyakit yang menyerang sistem pencernaan tubuh. Oleh karena itulah, diare menjadi salah satu gejala dari balantidiasis.

Gejala Balantidiasis

Pada dasarnya, gejala balantidiasis sama seperti diare. Mulai dari perasaan mual. Sembelin, nafsu makan berkurang, sembelit, berat badan menurun, sakit kepala, nyeri perut, dan lain-lain.

Mungkin, sebagian orang beranggapan bahwa balantidiasis adalah penyakit yang sepele. Padahal dalam kenyataannya tidak demikian.

Terkadang penderitan balantidiasis tidak mengalami gejala-gejala yang disebutkan tadi. Kebanyakan penderita balantidiasis justru merasa segar bugar. Hal ini dikarenakan, infeksi virus yang terjadi belum terlalu parah. Dalam kondisi tersebut, infeksi virus sedang menyerang sistem pencernaan, yaitu usus.

Semakin lama, infeksi tersebut akan terus menyebar. Rasa nyeripun mulai datang di bagian perut. Apabila sudah terasa nyeri perut, segeralah periksa ke dokter. Jangan menganggap hal tersebut sebagai gejala sakit perut biasa. Dengan konsultasi ke dokter, rasa sakit tersebut bisa segera diatasi karena penanganan yang tepat dan cepat.

Ya, meski termauk penyakit diare, balantidiasis harus segera mendapatkan penanganan dokter. Jika belum parah, dokter hanya memberikan antibiotic penghilang rasa sakit. Namun, apabila semakin parah dokter akan memberikan sejumlah obat kimia.

Obat yang diberikan kepada penderita balantidiasis tidak selalu sama. Pemberian obat disesuaikan dengan tingkat keparahannya. Semakin parah, semakin banyak obat yang harus dikonsumsi.

Obat yang telah diberikan dokter harus diminum secara rutin. Biasanya, dokter akan memberikan obat untuk jangka waktu satu minggu. Apabila setelah minum obat belum juga sembuh, periksa kembali ke dokter untuk mendapatkan penanganan lain.

Sebenarnya penyakit ini bisa dihindari, asalkan selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Dengan lingkungan dan badan yang bersih, kuman tidak akan hinggap. Demikianlah artikel seputar penyakit balantidiasis. Semoga informasi yang bermanfaat bagi para pembaca.

Selanjutnya : Mengenal Penyebab Penyakit Herves Simplex dan Obatnya
Sebelumnya: Jalaludin Rumi dan Kahlil Gibran Sang Penyair Terkenal
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar