Penyakit Kulit pada Alat Kelamin Laki-laki


Penyakit kulit pada alat kelamin laki-laki disebabkan oleh jamur, virus, bakteri, dan kutu. Media penularannya melalui kontak langsung organ intim dan pertukaran cairan tubuh. Perilaku seks tidak sehat juga berisiko sebagai media penularannya. 

Kita semua tentu sudah mengenal nama-nama penyakit berikut ini, syphilis atau raja singa, infeksi jamur, kutil, dan kutu pada alat kelamin. Semua penyakit tersebut mudah terlihat gejala-gejalanya baik dengan mata telanjang maupun kondisi fisiologisnya. Ciri khas yang terlihat, yakni merah-merah pada bagian yang terserang, timbul seperti nanah atau tonjolan berisi cairan bening, dan terasa gatal.

Pada sifilis, gejala penyakit yang tampak di kulit menandakan stadiumnya sudah berada di tingkat lanjut. Bakteri yang menyerang kelenjar getah bening sudah menyebar ke seluruh tubuh. Jika tidak ditangani dengan baik, akan berlanjut pada stadium selanjutnya yang sulit ditangani kembali.

Upaya Pengobatan dan Pencegahan

Penanganan penyakit kulit pada alat kelamin laki-laki tersebut tidak terlalu sulit pada era masa kini. Penanganan dengan obat antibiotik, seperti penisilin G Benhatine sudah mampu mengobati sifilis. Penyakit kelamin yang disebabkan oleh jamur dapat diobati dengan pemberian krim antijamur. Selain itu, penyakit kutil bisa diobati dengan obat-obatan desinfektan cair.

Penanganan terapi obat yang masih sulit memang terjadi pada sifilis, terutama penanganan pada stadium sekunder. Hal ini disebabkan oleh penyebaran kuman yang sudah merata ke seluruh jaringan tubuh. Pasien akan terus-menerus di bawah kontrol obat dan perlu pemeriksaan kondisi tubuh pasien.

Obat yang paling mujarab adalah pencegahan. Upaya pencegahan penyakit kulit pada alat kelamin laki-laki yang dapat dilakukan, antara lain merubah perilaku seks tidak sehat, setia pada pasangan sendiri, dan mempraktikan hubungan intim yang sehat.

Upaya lain bagi kesehatan laki-laki adalah memakai alat kontrasepsi seperti kondom saat berhubungan intim. Kondom tidak selalu menjamin orang bebas dari penyakit kelamin. Hal ini bergantung pada kondisi fisik alat kontrasepsi tersebut. Alat tersebut bisa saja bocor dan cairan tubuh dari penderita sifilis bisa menular secara langsung. Oleh karena itu, kebersihan harus selalu dijaga, sebelum dan sesudah bertemu dengan pasien penderita sifilis. Selain itu, hiduplah sehat baik jasmani maupun rohani agar terhindar dari penyakit-penyakit berbahaya.

Demikianlah penjelasan mengenai penyakit kulit pada alat kelamin laki-laki. Semoga bermanfaat bagi pembaca, khususnya untuk selalu hidup bersih dan sehat.

Selanjutnya : Daya Pikat Kostum Tari Kecak Bali
Sebelumnya: Contoh Kuesioner Kepuasan Pelanggan
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar