Waspadai Penyakit-penyakit yang Berhubungan dengan Nutrisi pada Anak


Dengan pemenuhan nutrisi yang cukup, maka anak bisa  tumbuh cerdas, sehat serta terhindar dari penyakit-penyakit yang berhubungan dengan nutrisi.

Anak membutuhkan nutrisi dalam masa pertumbuhannya, bahkan sejak dalam kandungan. Ketika masih berbentuk janin, ia mendapatkan nutrisi itu dari makanan yang dikonsumsi ibunya.

Setelah  lahir, kebutuhan nutrisinya masih didapat dari air susu ibu. ASI  memang kaya nutrisi sehingga mempunyai manfaat yang banyak sekali.

Beberapa diantaranya adalah mengurangi risiko alergi, memperkuat sistem kekebalan tubuh, bahkan bisa meningkatkan kecerdasan.

Penyakit Kekurangan Nutrisi

Ada banyak sekali penyakit yang disebabkan kekurangan nutrisi pada anak. Salah satunya adalah malnutrisi. Malnutrisi terjadi karena anak kekurangan zat gizi protein.

Jika hal itu menimpa  pada ibu hamil, maka akan menyebabkan bayi yang dikandungnya mengalami gangguan pertumbuhan otak. Bahkan hal itu bisa terjadi sampai anak lahir dan berusia 1 tahun. Akibatnya, kecerdasannya bisa terganggu.

Berat badannya pun bisa turun drastis.Pada akhirnya  anak akan terlihat kurus, lemah serta tidak bergairah. Malnutrisi pada tingkat akut malah bisa menyebabkan terjadinya kegagalan jantung. Selain itu juga pertahanan tubuh menjadi rusak sehingga bisa berujung pada kematian.

Penyakit lain yang disebabkan karena kekurangan nutrisi adalah rakhitis. Penyakit ini terjadi karena  kekurangan vitamin D dan kalsium. Kekurangan mineral satu ini bisa membuat terhentinya pembentukkan tulang pada anak.

Tulang pun menjadi  melunak. Akhirnya kaki akan terlihat seperti huruf o atau x. Dan jika sudah terjadi demikian, maka akan bersifat menetap dan sulit disembuhkan.

Sebenarnya masih banyak lagi penyakit yang menyerang anak dikarenakan kekurangan nutrisi. Sebutlah misalnya rabun senja bahkan kebutaan. Kedua penyakit itu  disebabkan karena kekurangan vitamin A.

Tak kalah berbahayanya adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan yodium. Misalnya saja  gondok dan kretenisme.

Kretenisme merupakan kelambanan pertumbuhan fisik dan mental yang ditandai secara fisik dengan tubuh cebol. Kekurangan yodium juga bisa mengakibatkan  menurunnya tingkat kecerdasan  pada anak juga reterdasi mental.

Maka waspadalah, jangan sampai anak kekurangan nutrisi. Hindari faktor penyebab terganggunya pertumbuhan fisik dan mental pada anak. Caranya bisa dengan  berbagai macam. Termasuk pemenuhan gizi yang seimbang.

Dengan demikian, kita bisa menghindarkan anak  dari penyakit -penyakit yang berhubungan dengan nutrisi.  Sehingga pada akhirnya  anak bisa tumbuh normal, sehat dan cerdas.

Selanjutnya : Anatomi dan Fisiologi Sistem Jantung pada Manusia
Sebelumnya: Manfaat Pisang bagi Kecantikan Wajah
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar