Mus Mulyadi, Penyanyi Pop Keroncong dari Surabaya

Penggemar musik tembang kenangan pasti tidak asing dengan nama Mus Mulayadi, penyanyi pop keroncong dari kota Pahlawan. Dia adalah salah satu musisi hebat pada masanya. Beberapa karyanya menjadi hit pada masa itu dan masih sering dinyanyikan sebagai tembang kenangan pada saat ini. Sebut saja lagunya yang berjudul ‘Dinda Bestari’, ‘Kota Solo’, ‘Jembatan Merah’, dan ‘Telomoyo’. Seperti apa latar belakang kehidupan maestro lagu pop keroncong ini? Kita akan temukan jawabannya di ulasan singkat berikut ini.

Biografi Singkat Mus Mulyadi

Loading...

Dalam darah Mus Mulyadi mengalir darah Suroboyo. Di kota Pahlawan yang berada di ujung timur Pulau Jawa ini, Mus Mulyadi lahir pada tanggal 14 Agustus 1945. Tiga hari menjelang detik-detik proklamasi dikumandangkan.

Mus Mulyadi lahir dari keluarga musisi. Selain dirinya, ada juga nama adiknya yakni Mus Mujiono yang juga menjadi penyanyi terkenal. Dalam kehidupan asmaranya, Mus Mulaydi juga dipertemukan dengan seorang penyanyi juga yakni Helen Sparingga yang akhirnya menjadi istrinya. Helen Sparingga adalah adik dari Daniel Sparingga yang seorang dosen dan pengamat politik terkenal.

Perjalanan Karier

Perjalanan kariernya di dunia hiburan terbilang panjang dan cukup berliku-liku. Posisinya sebagai penyanyi kenamaan pada tempo dulu tidak didapatkannya dengan mudah dan tidak tanpa hambatan. Sebelum fokus di dunia olah vokal, Mus Mulyadi bekerja sebagai pelatih band Dara Puspita yang awalnya bernama Irama Puspita.

Setelah akhirnya terjun menjadi penyanyi, Mus Mulyadi sempat mengeluarkan satu album pada 1965 sebelum akhirnya pergi ke Singapura untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Di sana, nasibnya tidak serta merta menjadi baik. Predikat sebagai pengangguran sempat dienyamnya. Sampai akhirnya setelah berjuang cukup lama, Mus Mulyadi berhasil menciptakan beberapa lagu dan menghasilkan sekitar 2.800 dollar Singapura yang akhirnya mengantarkan dia pulang ke tanah air.

Di Indonesia, karier Mus Mulyadi semakin baik. Berturut-turut lagu-lagu yang enak didengar penikmat musik berhasil dia keluarkan, termasuk salah satunya lagu bertema Suroboyo-an yakni ‘Rek Ayo Rek’.

Mulai dari sini, Mus Mulyadi mencoba menekuni musik pop keroncong dan usahanya tidak sia-sia. Setelah menyanyikan lagu berjudul Dewi Murni yang bernuansa pop keroncong dan ternyata laku keras, Mus Mulyadi mendapat julukan ‘Buaya Keroncong’. Bahkan sebutan The King of Keroncong sempat disandangnya, terutama ketika dia melakukan lawatan ke luar negeri seperti Belanda dan Amerika.

Demikian sekilas tentang perjalanan hidup eorang penyanyi pop keroncong dari Jawa Timur, Mus Mulyadi. Semoga bermanfaat!

Loading...
Selanjutnya : Seputar Penyebab Ereksi karena Adanya Rangsangan Seksual
Sebelumnya: Tentang Novel Cinta yang Islami
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar