Penyebab Kantung Semar Terancam Punah

Kantong semar atau dalam bahasa ilmiahnya disebut dengan Nepenthes N adrianii batoro merupakan salah satu tanaman khas Indonesia yang langka dan juga liar. Tanaman ini seringkali dijumpai di daerah pegunungan di sekitar Gunung Slamet, Purwokerto Jawa Tengah.

Hingga saat ini, perkembangan tanaman liar dan langka ini terus mengalami kepunahan. Tercatat, populasi kantong semar atau biasa juga disebut dengan periuk monyet ini terus menurun, bahkan terancam punah. Apa penyebab kantung semar terancam punah?

Penyebab kantung semar terancam punah ini pada dasarnya diakibatkan oleh penjarahan liar yang diakibatkan oleh penduduk sekitar. Penduduk sekitar yang berada di daerah Gunung Slamet biasanya menjarah kantung semar untuk kemudian diperjual-belikan.

Hingga saat ini, kantung semar yang makin hari makin menurun populasinya ini banyak dijarah dan dijual kepada pemesan yang ada di kota-kota besar. Kantung semar atau periuk monyet ini sangat banyak dicari. Bahkan di daerah perkotaan hingga ke luar negeri, tanaman langka ini laku keras dengan harga yang cukup tinggi.

Penjarahan kantung semar sendiri telah berlangusng sejak lama, sehingga populasi dari tanaman liar langka ini pun semakin berkurang. Tercatat oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan daerah Banyumas, pendataan terakhir yang dilakukan dilaporkan bahwa populasi dari kantung semar atau Nepenthes ini sekitar 2.600 pohon.

Namun, ditengah kekurangan populasi yang ada saat ini di Indonesia, Nepenthes adrianii atau yang lebih dikenal dengan sebutan kantung semar ini telah dikembangkan secara besar-besaran di Belanda dan di Jerman. Di kedua Negara tersebut tanaman liar yang langka ini dikembangkan dengan cmenggunakan teknik kultur jaringan dan menjadi bisnis yang cukup menjanjikan.

Hal ini tentu memprihatinkan bagi warga Indonesia, khusunya warga masyarakat Gunung Slamet yang menjadi tuan rumah bagi Kantung semar tersebut. Ketika oranglain meraup untung yang cukup besar dengan mengembangkan tanaman tersebut. Warga sekitar hanya bisa menjarah tanpa bisa menjaga kelestarian dan populasi tanaman itu sendiri.

Selain itu, penjarahan tersebut dilakukan dengan cara yang illegal. Pembeli biasanya mematok harga untuk satu tanaman kantung semar seharga 20.000 hingga 50.000 rupiah. Sedangkan dalam perkembangannya, tanaman tersebut bisa mencapai harga sekitar 500.000 bahkan jutaan rupiah.

Demikianlah pembahasan mengenai penyebab kantung semar terancam punah yang dapat disampaikan, semoga bermanfaat.

Selanjutnya : Penyebab Ketuban Hijau Keruh
Sebelumnya: Harga Skateboard di Bali
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

Loading...