Penyebab Terjadinya Perburuan Liar di Hutan Indonesia


Hutan-hutan di Indonesia menyimpan potensi yang begitu banyak. Salah satunya keanekaragaman margasatwa di dalamnya. Tetapi sayang, banyak orang yang tidak bertanggung jawab melakukan perburuan liar terhadap margasatwa tersebut secara diam-diam. Bahkan, jenis hewan yang dilindungi, seperti Badak Bercula Satu, Macan Tutul Jawa, Badak Sumatra, Monyet Kalimantan, Monyet Sumatera juga diburu secara liar. Apa sebenarnya penyebab terjadinya perburuan liar ini?

Ada beberapa alasan yang mendorong perburuan liar. Salah satu alasan perburuan liar adalah satwa-satwa tersebut dianggap sebagai hama. Penduduk yang tinggal di sekitar wilayah hutan merasa terganggu dengan kehadiran mereka yang terkadang muncul di ladang-ladang penduduk. Padahal, kemunculan satwa-satwa hutan ini tidak lain karena wilayah hutan yang semakin tergusur untuk pemukiman atau karena terjadinya kebakaran hutan yang merusak habitat margasatwa ini.

Satwa-satwa yang muncul di ladang-ladang penduduk ini pun lantas diburu seperti layaknya memberantas hama-hama pada umumnya. Alasan perburuan liar selanjutnya adalah karena tergiur mendapatkan keuntungan dari satwa-satwa tersebut. Perburuan liar dengan alasan ini banyak dilakukan, terutama untuk memburu hewan-hewan langka dan dilindungi demi mendapatkan kulitnya, cula, atau ditangkap dalam keadaan hidup-hidup untuk kemudian dipelihara atau diawetkan. Semakin langkah satwa yang diperoleh, maka harga jualnya pun semakin tinggi pula.

Ada pula sebagian orang yang melakukan perburuan liar hanya sebagai hobi saja. Mereka menyusuri hutan-hutan, menembaki satwa-satwa itu hanya demi kepuasan diri sendiri dan kelompok mereka. Pengawasan yang kurang terhadap hutan-hutan di Indonesia juga mendukung terjadinya perburuan liar. Kurangnya jumlah penjaga-penjaga hutan dan minimnya peralatan menjadi kendala untuk melakukan pengawasan dengan baik.

Selain itu, kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian satwa-satwa di hutan juga penyebab terjadinya perburuan liar di berbagai hutan di Indonesia. Pencegahan terhadap terjadinya perburuan ini tentu saja harus dilakukan. Dalam hal ini pemerintah dan masyarakat harus saling mendukung. Dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan yang dikeluarkan pemerintah berkaitan dengan pelindungan satwa liar dan penanggulangan konflik yang terjadi antara manusia dan satwa liar.

Dibutuhkan pula ketegasan pemerintah untuk menegakkan peraturan yang telah ada. Dunia usaha dan pengguna lahan luas pun harus ikut berbagi peran untuk melakukan konservasi hutan. Semoga informasinya bermanfaat untuk Anda.

Selanjutnya : Perjalanan Penyebaran Agama Islam di Madinah oleh Muhammad
Sebelumnya: Penyebab Sakit Kepala yang Sering Tidak Disadari
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar