Perjalanan Penyebaran Agama Islam di Madinah oleh Muhammad

Penyebaran agama Islam di Madinah oleh Muhammad adalah sebuah perjalanan yang panjang. Kaum muslimin sudah semakin banyak, pengorbanan yang dilakukan oleh nabi besar kita Muhammad SAW membuahkan hasil. Kita harus kagun dengan kejujuran keikhlasan Nabi Muhammad dalam menyebarkan agama Islam, bahkan mempraktikkannya dalam kehidupannya sehari-hari, baik dalam hubungan dengan keluarganya maupun dengan orang luar.

Nabi Muhammad lahir pada tahun gajah. Saat menerima wahyu pertama, ia menyendiri di Gua Hira dan ia bertemu dengan malaikat jibril. Dakwah pertama yang dilakukan oleh Nabi Muhammad banyak mendapat rintangan dari penduduk dan juga pemimpin Mekah. Pada tahun ke sepuluh kenabiannya, ia melakukan isra miraj, ini adalah perjalanannya dari Masjidil Haram ke Masjidil Aksa atau Yerusalem yang dinamakan isra, sedangkan miraj perjalanan dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha di langit ke tujuh.

Tahun 622 masehi pemimpin quraisy semakin berlaku kejam sehingga Nabi Muhammad mengajak para sahabatnya untuk hijrah ke Madinah, dan diterima dengan baik oleh penduduk Madinah, bahkan nabi menjadi pemimpin di kota itu.

Di kota Madinah, ia melakukan banyak hal, ia mempraktikkan bahwa dalam hidupnya ia menjadikan panutan hidup yang kokoh, contohnya ia meletakkan piagam Madinah sebagai bentuk negara yang baru, maka itu disebut Negara Madinah. Sejak itu, kekuatan Islam semakin bertambah.

Hijrah Muhammad dari Mekah ke Madinah dijadikan sebagai awal tahun Islam, karena dengan hijrah ini merupakan batas antara Mekah dan Madinah. Ini adalah salah satu penyebaran agama Islam di Madinah oleh Muhammad yang telah dilakukannya. Pada tahun 624 masehi mencapai puncaknya, di mana ada pertikaian antara kelompok qurais dengan penduduk Islam di Madinah, dan perang ini dinamakan perang badar.

Kelompok quraisy kalah, ia pun balas dendam dengan adanya perang uhud. Awalnya perang ini dimenangi oleh muslimin, namun karena kelalaian, kaum muslimin Hamzah bin Abdul Muthalib mati terbunuh. Lalu, ada persekutuan antara kaum yahudi dan musyrikin untuk menghadang kehadiran rombongan Nabi Muhammad.

Mereka pun membuat perjanjian dan kaum quraisy melanggar, sekutunya pun bertikai dengan sekutu rombongan Nabi Muhammad, dan rombongan Nabi Muhammad berhasil masuk ke Mekkah dengan aman, dan menghancurkan semua berhala. Sejak itu Nabi Muhammad menjadi pemimpin kota mekah. Semoga informasinya bermanfaat.

Loading...
Selanjutnya : Peradaban Atlantis
Sebelumnya: Penyebab Terjadinya Perburuan Liar di Hutan Indonesia
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar