Macam-macam Peralatan Kantor Habis Pakai


Seorang manajer pemasaran tampak cekatan menggambar model perencanaan pada whiteboard. Saat asyik-asyiknya membuat gambar, tiba-tiba warna goresan tinta spidol memudar dan akhirnya tidak terlihat hitam lagi. Di taruhnya spidol tersebut di kotak spidol, kemudian mengambil spidol yang lain untuk melanjutkan gambar model perencanaan tadi yang terputus di tengah jalan. Spidol tersebut merupakan salah satu contoh peralatan kantor habis pakai yang sering digunakan.

Contoh lainnya masih banyak seperti tinta untuk printer, kertas, pensil, ballpoint, spidol waterproof, amplop berbagai ukuran, pita mesin ketik manual, paperclip. Kertas seringkali dipakai untuk berbagai keperluan. Kertas dipakai untuk surat menyurat, membuat memo, membuat dokumen perusahaan, pengarsipan. Kertas setelah dipakai tidak bisa digunakan kembali. Kantor harus menyediakan ketersediaan kertas dengan cara membelinya.

Peralatan Kantor

Peralatan kantor seperti ini didefinisikan sebagai barang atau alat yang hanya digunakan kurang dari satu tahun. Peralatan ini langsung menyangkut pada kegiatan operasional perusahaan. Misalnya saja, tinta printer, serbuk karbon dan kertas. Tinta printer beserta kertas merupakan satu kesatuan barang habis pakai. Kedudukannya mirip dengan serbuk karbon dan kertas pada mesin fotokopi.

Untuk keperluan presentasi manual maupun digital masih dibutuhkan spidol oleh presentator. Kebutuhannya tergantung skala kantor dan bidang bisnis yang digelutinya. Kantor yang berskala masih kecil, presentasi cara manual masih jalan yang terbaik dan efektif. Presentasi di depan staf dengan whiteboard dan spidol masih bisa berjalan dengan baik. Hal ini berbeda dengan rapat yang melibatkan banyak departemen. Alat digital untuk presentasi sangat diperlukan oleh presentator untuk menyampaikan ide dan gagasannya.

Dalam kedudukan di era digital, peralatan kantor habis pakai dari barang-barang tertentu tidak bisa tergantikan oleh perkembangan pesat teknologi digital. Barang tersebut yakni ballpoint untuk menandatangani dokumen yang memiliki muatan hukum. Dokumen-dokumen bermuatan hukum butuh barang otentik sebagai subjek dan objek hukum. Keabsahannya harus jelas dari subjek hukum. Dalam hal ini, subjek hukum tersebut yakni orang-orang yang terlibat dalam pembuatan dokumen-dokumen. Sampai sekarang ini, pen digital belum bisa dipakai sebagai alat bukti dalam pembuatan dokumen bermuatan hukum.

Selanjutnya : Pengertian Ranah Kognitif, Afektif, Fsikomotor bagi Para Penghafal Alquran
Sebelumnya: Ultraman King, Ultraman Terkuat Sepanjang Masa
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar