Perang Perancis-Prusia, Hasil Hasutan Bismarck

Perang Perancis-Prusia terjadi pada tanggal 19 Juli 1870 dan berakhir pada 10 Mei 1871. Perang ini meletus karena beberapa faktor, salah satunya adalah pencalonan Pangeran Leopolod sebagai raja di Spanyol. Lalu, apa hubungan hal tersebut dengan perang yang sebenarnya bisa dibilang perang Perancis-Jerman itu?

Perang Perancis-Prusia

Usut punya usut, ternyata Pangeran Leopolod masih memiliki darah Prusia. Hal ini membuat Napoleon III yang waktu itu menjabat sebagai raja di Perancis menjadi cemas. Dia (Napoleon) berfikir jika Spanyol sampai dipimpin oleh Pangeran Leopolod, maka kebijakan-kebijakan yang dibuatnya akan dipengaruhi oleh pemerintahan Prusia. Hal itu tentu mengkhawatirkan bagi pihak Perancis, karena mungkin saja negaranya akan diserang oleh kedua negara tersebut yaitu Spanyol dan Prusia, mengingat Prusia adalah musuh bebuyutan Perancis.

Setelah mendapatkan tekanan dari Perancis, baik Leopolod maupun pamannya yaitu Raja William I menolak tawaran Spanyol tersebut. Guna memastikannya, dikirimlah utusan Perancis untuk meninjau keadaan di Prusia. Sebagai balasannya, raja William mengirimkan sebuah telegram. Disinilah peran Otto Van Bismarck mulai terlihat.

Otto Van Bismarck adalah seorang konselir Prusia. Dia terobsesi untuk membuat semua kerajaan yang berbahasa Jerman menjadi satu. Untuk membuat keinginannya itu menjadi kenyataan, Otto berencana melakukan perang dengan Perancis yang mana hal itu akan menumbuhkan nasionalisme rakyat Prusia Jerman.

Hanya saja Otto tidak menemukan cara yang tepat untuk memulai peperangan dengan Perancis. Hingga akhirnya, datanglah waktu yang ditunggu-tunggunya. Saat raja William I mengirimkan telegram ke Perancis, dia merubah isinya dengan merendahkan dan menghina Perancis.

Taktik Otto ini pun berhasil. Setelah mendapatkan telegram, Perancis menjadi marah besar. Tanpa basa-basi Perancis menyatakan perang terhadap Prusia. Keputusan Napoleon III untuk menyatakan perang didasari pertimbangan, jika dia bisa memenangkan perang ini maka popularitasnya yang mulai meredup di Perancis akan bersinar lagi. Tetapi rupanya pertimbangan Napoleon ini kurang matang karena ternyata perang ini dimenangkan oleh Prusia.

Perang Perancis-Prusia ini membawa dampak perubahan keseimbangan kekuasaan di Eropa. Kekuasaan utama yang dulu dipegang oleh Perancis digantikan oleh Jerman sebagai kekuatan terbesar di Eropa. Selain itu banyaknya kerajaan-kerajaan kecil yang bergabung membentuk sebuah kerajaan baru.

Loading...
Selanjutnya : Pendapat Tentang Visi Misi Air Asia Indonesia
Sebelumnya: Pemain-Pemain Chelsea
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar