Pengalaman Pertama Melanggar Peraturan Motor di Jalan Raya

Setiap pengendara motor memang wajib tahu terhadap segala peraturan motor di jalan raya. Seharusnya mereka tidak asal  tancap gas motor di jalan raya tanpa tahu aturannya. Kalau tidak, SIM atau STNK ditahan bahkan bisa jadi motor melayang. Seiring banyaknya pengguna motor zaman sekarang ini, makin membuat aturannya lebih diperketat.

Kisah Pengalaman Melanggar Peraturan

Berbicara masalah pelanggaran motor di jalan raya, mungkin saya bisa dibilang langganannya pak polisi. Pengalaman pertama yang saya rasa paling menegangkan + lucu banget yaitu saat pertama kali ditilang. Waktu itu saya sedang boncengan dengan si do’i.

Salahnya yang dibonceng gak pake helm. Saya pikir jam 5 sore sudah tidak ada pak polisi, ehh tiba-tiba uda nongol di pertigaan.  Saking tegangnya, saat diminta keluarin SIM, malah KTP yang saya keluarin sambil saya bilang ini SIM pak sambil PEDE nya hehe. Tambah melotot aja tuh mata polisinya.

Tanpa kompromi saya dan si doi langsung digiring ke kantor polisi. Ya ampun..Tegangnya setengah mati bro. Rasanya kaya buronan yang baru ketangkap. Yang bikin lucunya lagi, saya hampir mau nangis saat polisi ngeluarin surat tilangnya. Maklum aja namanya juga first experience. Sambil polisi itu menulis nama dan jenis pelanggarannya, saya memelas dan memohon agar tidak ditilang. Meski segala jurus sudah saya keluarin, tetap aja gak ada komprominya tuh si bapak.

Pikiran  makin kalut aja saat polisi itu ngasih tahu bahwa pelanggarannya pasal 57 ayat 2 dan dan 106 ayat (8) Bahwa si pengendara motor ataupun yang diboncengnya  wajib memakai helm SNI.

Saya masih ingat, waku itu yang ditahannya STNK motor dan harus diambil hari jum’at di pengadilan negeri  Cianjur. Acaranya pake disidang segala lagi. Bener-bener kaya penjahat buronan aja bro. Saat waktunya tiba, ternyata tidak sperti yang saya bayangkan harus bayar Rp.250.000. Saya cuman bayar Rp.30.000 saja. Mungkin karena kemurahan hati pak hakimnya juga kali ya merasa kasihan lihat tampang-tampang para pelanggar motor yang kelihatannya wajah boke.  Alhamdulillah selamat deh.

Kabar buruknya buat sobatku semua. Dendanya sih cuman Rp.30.000, tapi antri nunggu giliran disidangnya setengah mati bro.

Coba bayangin gimana keselnya, Saking banyaknya para pelanggar motor hingga jumlahnya mencapai ratusan orang. Biasanya sidang beres sampai sore hingga jam 5.

Demikianlah pengalaman pertama sekaligus pengalaman pahit saya sebagai hukuman karena pelanggaran peraturan motor di jalan raya. Mudah-mudahan tidak dialami oleh sobat pembaca semua.

Loading...
Selanjutnya : Penyakit Cacar dan Cara Pengobatannya
Sebelumnya: Pentingnya Materi Kognitif, Psikomotorik, dan Afektif untuk Keberhasilan Pendidikan
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar