Perawatan dan Pemupukan Sawit


Perawatan dan pemupukan sawit sangat penting untuk dilakukan. Perawatan harus selalu dilakukan dengan cara membersihkan tanaman kelapa sawit pada piringannya. Hal ini bertujuan untuk menanggulangi sawit dari bahaya hama.

Piringan merupakan bulatan pada sekeliling tanaman kelapa sawit yang tidak diperbolehkan untuk ditumbuhi rumput. Pemupukan pada kelapa sawit tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan terus menerus. Kelapa sawit juga tidak boleh di dilakukan setiap hari. Untuk waktu pemupukan pada umumnya dilakukan pada waktu curah hujan yang kecil serta tidak boleh dilakukan pada saat musim hujan. Pupuk yang baik bisa memperbaiki kualitas tanah dalam segi keasamannya dan perangsangan akarnya.

Untuk melakukan pemupukan dalam setahun dilakukan 2 hingga 3 kali. Hal ini tergantung dari keadaan tanah, umur, keadaan tanaman serta jumlah pupuknya. Khusus pada tanah yang berpasir ataupun lahan yang gambut disarankan untuk melakukan pemupukan lebih banyak lagi. Pemupukan memang baik bagi kelapa sawit namun perlu juga dipikirkan tentang sisi ekonomisnya. Seperti yang telah diketahui bahwa saat ini harga pupuk selangit. Sebagai alternatif bisa memakai pupuk yang lebih murah seperti pupuk merk Kunci Tani.

Jika memakai sistem tebar, sebaiknya jarak yang dipakai dalam menebarkan pupuk pada pinggir piringan ialah 0,5 meter pada tanaman yang masih muda. Berbeda dengan tanaman kelapa sawit yang sudah tua, jarak yang dipakai ialah 1 hingga 2,4 meter. Apabila memakai sistem benam atau pocket, pupuk yang diberikan pada 4 lubangĀ  hingga 6 lubang pada piringan yang ada di sekeliling pohon. Setelah itu lubangnya ditutup agar pupuk bisa meresap. Sistem ini biasanya dipakai pada lahan atau areal yang rendah.

Perawatan dan pemupukan sawit bisa dilakukan dengan model metode tebar serta sistem benam. Karena jika sistem ini dipakai pada areal yang berpasir atau gambut akan relatif mudah mengalami erosi. Untuk metodenya dapat dilakukan dengan cara manual ataupun modern. Paling umum, pemupukan yang dilakukan ialah dengan cara manual karena bisa lebih teliti dan murah.

Semoga informasi ini dapat membantu untuk merawat tanaman agar dapat tumbuh dengan subur.

Selanjutnya : Layanan Perpustakaan Nasional Mingguan Buka pada Pukul 9 Pagi
Sebelumnya: Macam-Macam Bahan Piring Selain dari Beling
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar