Perawatan Murai Batu Juara


Seperti apa perawatan Murai Batu juara?

Burung murai dengan kicauannya yang indah merupakan salah satu jenis burung yang sering dijadikan sebagai burung aduan dan dikutsertakan dalam berbagai perlombaan. Burung murai memiliki banyak jenis yang sudah dikenal oleh khalayak umum. Salah satunya adalah jenis murai batu yang seringkali dipersiapkan dengan matang ketika akan mengikuti suatu perlombaan. Namun, jika berniat untuk memeliharanya, Anda juga tentu harus mengetahui perawatan murai batu juara ini secara tepat.

Melalui kicauannya, burung Murai Batu seringkali dicari oleh para pehobi burung. Baik sekadar untuk menambah koleksi, atau diikutkan dalam lomba. Jika diikutkan dalam lomba, selain sang pemilik bisa memamerkan burung kesayangannya, pemilik juga bisa mempromosikan burung Murai Batu miliknya. Terutama jika burung tersebut sudah menjadi pernah juara sehingga harga jual serta nilainya akan meningkat drastis.

Burung Murai Batu yang dilombakan pada dasarnya perlu diperhatikan terlebih dulu kesiapannya dari segi usia, kekuatan dan keindahan suara, juga salah satu yang terpenting adalah kesiapannya dari segi mental. Dalam banyak kasus, burung yang kurang intensif perawatannya sebelum mengikuti lomba justru akan menampilkan performa yang buruk sehingga tidak jarang sang pemilik akan merasa kecewa.

Perawatan Burung Murai Batu

Sebelum memberikan perawatan khusus bagi burung Murai Batu, Anda perlu memperhatikan kesiapan burung dari segi usia. Usia umum minimal burung Murai Batu yang diikutkan lomba adalah dua tahun karena dari segi suara yang dihasilkan sudah lebih kuat dan merdu.

Murai Batu sebaiknya dibiasakan berhadapan dengan orang-orang, dengan menaruh sangkarnya di luar rumah pada jam-jam tertentu. Hal ini menghindari Murai Batu dari perasaan takut berhadapan dengan sesuatu yang baru dan memiliki  mental yang lemah.

Dari segi perawatan sehari-hari, perlu diperhatikan waktu-waktu pemberian makannya. Sebaiknya dilakukan secara teratur agar burung lebih terbiasa, biasanya sebanyak tiga kali pada pagi, siang, dan sore hari. Keluarkan burung setiap pagi dan sore hari dan usahakan untuk menjemurnya secara teratur kurang lebih 10 menit. Jangan lupa memperhatikan kebersihan burung dengan memandikan, kemudian mengeringkan tubuhnya.

Untuk perawatan lomba, sebaiknya sejak seminggu sebelumnya sudah mulai diisolasi dari bertemu dengan burung kicau lain. Hal ini merupakan upaya menjaga kicauan dan stamina burung Murai. Porsi makan yang diberi sebaiknya tidak diubah guna menghindari kekagetan pada burung yang bisa berpengaruh ketika lomba diadakan. Lakukan pelatihan pada burung mengenai tempat perlombaan setelah sebelumnya anda melakukan survey.

Letakkan burung di tempat yang aman dan tidak mudah terjangkau untuk melindunginya dari gangguan hewan lain seperti kucing dan ayam yang akan menyebabkan trauma dan mental menurun. Sebagai menu pendongkrak tenaga di hari H, Anda bisa mengganti menu yang biasa diberikan dengan ulat hongkong dengan porsi yang sama seperti biasa.

Perawatan Murai Batu juara di atas, semoga bisa menjadi tuntunan Anda dalam merawat burung Murai Batu kesayangan.

Selanjutnya : Sebuah Pelajaran Berharga dalam Hidup
Sebelumnya: Sejarah Aji Melayu Sang Pendiri Kerajaan Sintang
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar