Mengenal Perbedaan Ekspor Impor


Ekspor impor merupakan salah satu bagian dari kegiatan ekonomi internasional. Dalam kegiatan tersebut, terdapat proses transaksi dengan negara lain dan berkaitan dengan pembayaran menggunakan mata uang asing. perbedaan ekspor impor sendiri terletak pada proses masuk dan keluarnya barang, dilihat dari posisi suatu negara.

Untuk mengetahui perbedaan ekspor impor, yang pertama dilakukan adalah dengan mengetahui definisi dari kedua hal tersebut. Ekspor merupakan kegiatan penjualan barang ke luar negeri sementara impor sebaliknya. Impor adalah proses memasukkan barang dari luar negeri untuk dijual di dalam negeri.

Kegiatan Ekspor Barang

Secara umum, definisi ekspor adalah proses menjual barang ke luar negeri. Komoditi yang dijual ke luar negeri ini, merupakan jenis komoditi yang di dalam negeri jumlahnya sudah terpenuhi. Sehingga kelebihan dari produksi tersebut, dijual ke pasar internasional.

Untuk bangsa Indonesia, komoditi yang sering dikirim ke luar negeri dalam kegiatan ekspor antara lain hasil pertanian. Misalnya saja, karet, kopi dan kelapa sawit. Hasil hutan juga menjadi salah satu komoditi ekspor yang cukup menjadi andalan selain hasil pertanian.

Hasil hutan dan pertanian yang sering diekspor antara lain kayu dan rotan. Dimana Indonesia termasuk salah satu eksportir terbesar rotan di dunia. Baik yang dikirim dalam bentuk barang jadi, setengah jadi atau sudah menjadi mebel.

Hasil tambang dan industri seperti semen juga menjadi salah satu komoditi yang diekspor ke luar negeri. Dan dari sistem ekspor ini, Indonesia bisa memperoleh pemasukan dari beberapa sektor seperti pajak.

Kegiatan Impor Barang

Untuk kegiatan impor, Indonesia masih melakukannya karena beberapa jenis komoditi yang dibutuhkan oleh masyarakat, belum mampu dipenuhi oleh industri dalam negeri. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dilakukanlah impor dari luar negeri.

Sektor yang belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sendiri cukup banyak. Mulai dari pertanian, peternakan hingga ke sektor industri. Di sektor pertanian, salah satu kebutuhan yang belum mampu dipenuhi oleh pertanian dalam negeri antara lain kedelai dan gandum. Kedua komoditi ini akhirnya harus diimpor dari luar negeri guna memenuhi permintaan pasar.

Di sektor peternakan, kebutuhan akan daging sapi masih jauh di atas angka yang bisa dihasilkan peternakan sapi dalam negeri. Oleh karena itu, Indonesia melakukan impor sapi guna memenuhi permintaan masyarakat akan daging sapi tersebut.

Itulah penjelasan mengenai perbedaan ekspor impor barang yang sering kita kenal dapat menambah devisa negara. Semoga dapat menembah wawasan dan pengetahuan Anda

Selanjutnya : Ringkasan Materi untuk Teks Kultum Agama Islam
Sebelumnya: Pengalaman Menginap di Hotel Nyiur Pangandaran
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar