Perbedaan Nama Nabi Antara Agama Islam dan Kristen


Ternyata tidak hanya orang Islam saja yang memiliki nabi-nabi. Umat Kristiani juga memiliki sebutan untuk nabi-nabi. Bahkan, nama nabi antara agama Islam dan Kristen hampir mirip. Memang tidak semua memiliki naman yang mirip. Kemiripan akan muncul saat mengucapkan nama-nama nabi tersebut.

Nabi sendiri secara umum memiliki pengertian yang sama antara Islam dan Kristen, yaitu seseorang yang diutus dan diberi wahyu oleh Tuhan untuk menyebarkan ilmu-ilmu yang baik agar umatnya tidak bertindak keluar dari jalur yang telah ditetapkan.

Umat Kristiani menganut penamaan nabi-nabi dalam bahasa Yahudi. Terjadinya tradisi kenabian pada agama Kristen ialah sejak masa Samuel berakhir. Samuel adalah hakim Israel yang terakhir memimpin Israel sebelum munculnya sistem monarki.

Perbedaan Nama Nabi-nabi dalam Kristen dan Islam

Umat Kristen mambagi nama-nama nabi menjadi nabi-nabi kecil dan nabi-nabi besar. Ada sekitar dua belas nabi kecil yang ada pada agama Kristen. Nabi-nabi kecil itu antara lain Hosea, Obaja, Yunus, Amos, Habakuk, Mikha, Nahum, Zefanya, Zakaria, Hagai, dan Maleakhi. Sementara di agama Islam, yang ada hanyalah nabi dan nabi sekaligus rasulullah terakhir, yaitu Nabi Muhammad saw. sebagai nabi penutup seluruh nabi. Nabi Muhammad merupakan nabi ke dua puluh lima dalam agama Islam.

Untuk nama-nama nabinya, agama Kristen memiliki nama-nama nabi yang mirip dengan nama-nama nabi dalam agama Islam. Berikut ini beberapa kemiripian nama-nama nabi Islam dan Kristen.

Setelah membaca beberapa nama-nama nabi di atas, pasti ada yang sedikit tercengang. Nama-nama tersebut mempunyai banyak kemiripan, meskipun tidak semua nama nabi Islam dan Kristen terdengar mirip. Padahal, nama-nama tersebut sering terdengar oleh telinga dan sudah umum dipakai untuk nama seseorang. Dari beberapa sumber, tidak disebutkan nama nabi agama Kristen yang penyebutannya hampir mirip dengan Rasulullah saw.

Bagaimana? Nama-nama tersebut memang terdengar mirip bukan? Meskipun begitu, tetap saja setiap agama memiliki keyakinan yang berbeda. Dengan perbadaan yang ada harus tetap bersikap saling menghormati, hidup rukun berdampingan antar sesama umat.

Selanjutnya : Pedoman Dasar Membuka Usaha Garmen
Sebelumnya: Perawatan Toyota Starlet Kapsul
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar