Perbedaan Saham dan Obligasi serta Pengertiannya


Bagi sebagian orang yang menekuni pasar modal tentu tidak asing lain dengan istilah saham dan obligasi. Namun untuk orang lain tentu kurang begitu mengerti perbedaan saham dan obligasi yang merupakan bagian dari instrument di dunia investasi.

Perbedaan Saham dan Obligasi

Yang dimaksud dengan saham yaitu suatu tanda yang bisa dijadikan sebagai bukti apabila kita punya hak dan memiliki perusahaan. Jangka waktu kepemilikan saham ini tidak mengenal batas waktu. Dan dari saham inilah pemilik perusahaan bisa mendapatkan penghasilan yang disebut dengan deviden.

Tapi selain itu keuntungan juga bisa diperoleh dengan cara menjual saham saat harganya tinggi. Hanya saja setelah saham tersebut terjual, maka secara otomatis pemegangnya sudah tidak punya hak lagi atas kepemilikan perusahaan tersebut.

Harga saham ini sering mengalami perubahan, tergantung dari kondisi ekonomi, trend dan sistem atau kinerja perusahaan yang mengeluarkan saham. Jika kinerjanya baik dan terus mendatangkan keuntungan tentu harga sahamnya akan terus naik. Namun sebaliknya jika perusahaan tidak bisa mengalami kemajuan, harganya bisa menjadi turun, apalagi mengalami kerugian.

Sedangkan obligasi merupakan bukti yang merupakan tanda pengakuan adanya utang. Obligasi ini punya jangka atau perhitungan waktu yang terbatas yang disebut dengan jatuh tempo. Karena itu tingkat bunga dan jadwal pembayaran atau pelunasannya selalu ditentukan sebelumnya.

Obligasi dapat dijual belikan seperti saham, namun harganya lebih stabil dan jarang mengalami kenaikan atau penurunan harga. Tapi harga tersebut juga dipengaruhi oleh inflasi dan kenaikan maupun penurunkan suka bunga dari bank.

Selain itu pemegang dan pemilik obligasi tidak mempunyai hak atau suara untuk menentukan sistem kerja perusahaan yang mengeluarkan obligasi tersebut. Tapi bagi pemegang saham, punya hak untuk mengeluarkan pendapat.

Jika perusahaan ditutup atau dibubarkan, pemilik obligasi akan mendapat pembayaran lebih dulu dibanding dengan pemegang saham. Jadi jika aset atau harta yang dimiliki oleh perusahaan tidak mencukupi untuk melakukan pembayaran, maka pemegang saham akan menanggung kerugian yang lebih tinggi.

Melihat perbedaan saham dan obligasi seperti yang telah diuraikan di atas, bisa diambil suatu kesimpulan jika masing-masing instrument pasar modal ini punya kelebihan maupun kekurangan sendiri-sendiri. Jadi semuanya tergantung kepandaian kita untuk menentukan jenis investasi yang sekirannya cocok dan bisa mendatangkan keuntungan yang lebih besar.

Selanjutnya : 7 Cara Penyimpanan Daging yang Baik
Sebelumnya: Macam Macam Penelitian yang Dapat Dilakukan Pelajar
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar