Perbedaan Variabel Kuantitatif dan Kualitatif

Bagi sebagian orang yang sedang menempuh pendidikan, baik di perguruan tinggi maupun di bawahnya, melakukan penelitian atau percobaan merupakan salah satu hal yang tidak bisa dielakkan. Dalam melakukannya, tentu ada banyak faktor yang harus menjadi pertimbangan, misalnya saja objek, subjek, materi percobaan, serta variabel yang memengaruhi. Untuk memperoleh hasil atau data yang valid, diperlukan pengetahuan mengenai perbedaan variabel kuantitatif dan kualitatif dengan baik.

Suatu variabel diperlukan untuk membandingkan suatu data maupun mengetahui kejelasan hasil penelitian ketika Anda ingin membandingkannya dengan yang lain. Permasalahannya, sering kali seseorang tidak bisa membedakan pengategorian suatu jenis variabel sehingga sang pembaca akan kebingungan dengan data yang disajikan.

Definisi variabel kualitatif sendiri adalah variabel yang nilainya tidak dapat diukur, berupa suatu kualitas sehingga penilaiannya pun sedikit subjektif, misalnya saja baik-buruk, mahal-murah, dan sebagainya. Penelitian mengenai kualitas sesuatu pasti menggunakan jenis variabel kualitatif.

Definisi variabel kuantitatif adalah variabel yang nilainya dapat diukur atau dapat dibuat angka penentuan penilaian diukur dari kuantitas atau jumlah, sehingga lebih objektif dibandingkan variabel kualitatif. Untuk memperjelas, sering kali hasil penelitian menggunakan variabel kuantitatif dibuat menggunakan presentase.

Penggunaan kedua variabel tersebut hendaknya disesuaikan dengan jenis penelitian yang Anda lakukan. Misalnya saja Anda melakukan penelitian korelasi banyaknya jam belajar dengan kenaikan uang saku, maka Anda perlu menyiapkan variabel kuantitatif karena Anda perlu membandingkan jumlah jam dengan jumlah uang saku. Penelitian tersebut tentu tidak melibatkan emosi dari responden yang Anda mintai keterangan.

Lain halnya jika Anda melakukan penelitian hubungan semangat belajar dengan uang saku, maka Anda membutuhkan variabel kuantitatif berupa hasil emosi semangat beserta tingkatannya, contohnya sangat semangat, kurang semangat, cukup semangat, dan sebagainya. Pada akhirnya, variabel kuantitatif tersebut juga membutuhkan pengubahan menjadi angka agar memudahkan pengambilan kesimpulan, misalnya kurang semangat mendapatkan angka 2, sehingga setelah semua data terkumpul bisa diperoleh hasil yang jelas.

Pada dasarnya, perbedaan variabel kualitatif dan kuantitatif bisa Anda pilih tergantung kebutuhan. Selalu gunakan variabel yang termudah dan tepat agar kesimpulan yang Anda tarik dari percobaan lebih akurat.

Loading...
Selanjutnya : Artikel Tentang Dufan
Sebelumnya: Cara untuk Membentuk Otot pada Tubuh
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar