Perilaku Ekonomi dalam Islam


Ekonomi merupakan sebuah bentuk yang terus terjadi dalam kehidupan manusia, guna memenuhi hajat hidupnya. Namun, dari banyak sistem ekonomi yang ditawarkan setiap negara berbeda-beda menjalankan sistem perekonomiannya. Begitu pun perilaku ekonomi dalam islam tentu berbeda dengan sistem ekonomi kapitalis.

Melihat perekonomian biasanya selalu mendasar pada tingkat konsumsi dan konsumen. Jelaslah bahwa manusia adalah pelaku ekonomi bagian dari tugasnya sebagai khalifah yang dalam melakukan aktivitas kehidupannya (kegiatan perekonomian) sebagai pengatur, pengelola, dan penguasa alam semesta. Meski begitu manusia merupakan ‘abdullah atau hamba Allah yang harus tunduk dan mengabdi hanya kepada Pemilik Alam Semesta.

Tujuan ekonomi Islam menurut Abdullah Zaky Al-Kaaf (2002:102-104) seperti berikut:

1. Mencari kesenangan akhirat yang diridhai Allah, dengan segala kapital yang telah diberikan kepada kita (mengutamakan Allah SWT).
2. Tidak melalaikan perjuangan nasib di dunia, yaitu mencari rejeki dan hak milik (kebutuhan hidup duniawi).
3 Berbuat baik kepada masyarakat (kesejahteraan sosial).
4.  Jangan mencari kebinasaan di dunia, yang bisa diartikan segala kegiatan perekonomian harus mengikuti syarat atau kaidah kehalalan dalam memperjuangkan nasib di dunia.

Dalam melaksanakan perekonmian pastinya membutuhkan sumber daya, baik sumber daya manusia dan sumber daya alam. Pemanfaatan sumber daya alam dalam ekonomi Islam sangat berbeda dengan prinsip ekonomi umumnya yang menyatakan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk menghasilkan sebanyak-banyaknya.

Dalam Islam, pemanfaatan sumber daya alam harus sesuai dengan nilai dan norma syara’, yang mana pemanfaatannya harus benar-benar mengikuti aturan dan tidak memanfatkannya melebihi batas hingga terjadi kerusakan alam. Seperti  pendapat Yusuf Qardhawi (1997:119) bahwa setiap manusia berkewajiban menjaga sumber daya alam sebagai bagian dari rasa syukur terhadap Allah yang memberi nikmat alam tersebut dari kerusakan (QS. Al A’raf 56,87,74).

Kerusakan dalam pemanfaatan sumber daya itu bisa berupa kerusakan materi, seperti manusia sakit, tercemarnya alam, kebinasaan makhluk hidup lain, terbuangnya manfaat. Kerusakan spritual seperti meluasnya kezaliman, kebatilan, semakin kuatnya kejahatan, dan kehilangan hati nurani (QS. Al-Maidah: 64, Q.S Al-Baqarah 205). Jika hal ini terjadi maka jelas keluar dari perilaku ekonomi dalam  Islam.

Selanjutnya : Teknik Cepat Baca Quran
Sebelumnya: Dampak Terjadi Bencana Alam Banjir dan Penanggulangannya
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar