Perintah Zakat dalam Al-Quran


Zakat merupakan jumlah harta tertentu yang dimiliki oleh umat Islam dan wajib dikeluarkan untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan oleh syarak. Hukum perintah zakat ini dengan jelas terdapat pada Rukun Islam, yaitu Rukun ke-3. Di mana dalam rukun Islam sendiri memiliki lima perkara sebagai berikut:

  • Mengucap dua kalimat syahadat dan menerima bahwa Allah itu tunggal dan Nabi Muhammad SAW merupakan rasul Allah.
  • Menunaikan shalat lima Waktu
  • Mengeluarkan zakat
  • Berpuasa pada bulan Ramadan.
  • Menunaikan Haji bagi mereka yang mampu.

Kewajiban berzakat juga tertulis dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 103 yang berbunyi :

ZAKAT

Awalnya perintah untuk zakat dari Al-Qur’an sifatnya tidak wajib. Sejak tahun 662, umat Islam diwajibkan hukumnya oleh Nabi Muhammad SAW dengan cara menetapkan pajak pada masyarakat kaya untuk meringankan beban bagi masyarakat miskin. Inilah awal dari penerapan zakat pada negara-negara Islam, dengan adanya pengaturan dalam jumlah zakat tersebut. Dimana ada dua jenis zakat, yaitu:

  • Zakat fitrah, yang wajib dikeluarkan menjelang Idul Fitri di bulan Ramadan, dengan jumlahnya yang setara dengan 3,5 liter (2,7 kilogram) dari makanan pokok pada daerah bersangkutan.
  • Zakat maal (harta), mencakup hasil pertanian, perniagaan, pertambangan, emas, perak, Hasil ternak, hasil laut, dan harta yang memiliki perhitungan masing-masing.

Berdasarkan Surah At-Taubah ayat 60, berikut adalah yang dikatakan berhak menerima zakat:

  • Fakir, merupakan orang yang hampir tidak memiliki apa-apa untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.
  • Miskin, merupakan orang dengan jumlah harta yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya.
  • Amil , merupakan orang yang mengumpulkan dan membagikan zakat.
  • Mu’allaf, merupakan orang yang baru pindah agama Islam, serta masih butuh bantuan dalam penyeseuaian diri dengan keadaan yang baru. 
  • Hamba sahaya, merupakan budak yang ingin merdeka. 
  • Gharimin, merupakan orang yang memiliki hutang untuk memnuhi kebutuhan halal yang tidak sanggup ia penuhi. 
  • Fisabilillah, orang yang berjuang di jalan Allah, seperti dakwah dan perang. 
  • Ibnus Sabil, merupakan orang yang biayanya habis di perjalanan.

Itulah ulasan tentang perintah zakat. Semoga bermanfaat!

Selanjutnya : Sosial Politik dalam Pemerintahan
Sebelumnya: Berekspresi dengan Teknik Foto Objek Bergerak
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar