Berkaca dari Peristiwa Alam Tanah Longsor


Tanah longsor (landslide, bahasa Inggris) merupakan fenomena geologi yang mencakup gerakan tanah, seperti guguran batuan, keretakan lereng dan aliran puing-puing dangkal, yang bisa terjadi di pantai, pesisir dan lingkungan daratan. Meskipun kekuatan gravitasi merupakan kekuatan utama yang mendorong terjadinya tanah longsor, terdapat faktor lain yang berpengaruh pada stabilitas lereng asli.

Biasanya, pendirian bangunan yang berada pada lereng-lereng yang labil ikut menyumbangkan kekuatan yang menjadi pemicu akan peristiwa  alam tanah longsor dimana lereng tersebut berada. Sudah banyak sekali, kita mendengar berbagai peristiwa bencana alam tanah longsor di seantero negeri ini.

Sebagian besar peristiwa tanah longsor ini memakan korban baik material maupun jiwa. Banyak sekali bangunan-bangunan yang didirikan di lereng-lereng yang pada awalnya baik-baik saja. Tetapi lama-kelamaan karena gerakan gravitasi, tanah yang berada pada lereng tersebut bergerak ditambah dengan beban yang ada di atas tanah tersebut. Pada akhirnya, terjadilah tanah longsor.

Penyebab Tanah Longsor

Tanah longsor terjadi karena beberapa sebab:

1. Hujan yang terus menerus
2. Lereng permukaan terjal
3. Kepadatan tanah yang terus berkurang
4. Kondisi batuan yang kurang padat
5. Jenis penggunaan lahan
6. Getaran
7. Susutnya muka air danau atau bendungan
8. Munculnya beban tambahan
9. Erosi
10. Terdapatnya material timbunan pada lereng
11. Bekas longsoran lama
12. Terdapat bidang diskontinuitas
13. Penggundulan hutan
14. Daerah pembuangan sampah

Rabu, 17 Januari 2013, sekitar jam 16.00 tanah longsor mengenai rumah warga di Dusun Geran, Kelurahan Jendi, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Tanah longsor ini diakibatkan oleh berlangsungnya hujan terus menerus selama 3 jam lebih.

Rabu, 6 Februari 2013, bencana tanah longsor melanda Dukuh Luwung Gunung Sumbing, Desa Plompong, Kecamatan Sirampoh, Brebes bagian selatan sekitar jam 09.00 menimbun petani yang sedang memanen jagung  dibawah sebuah bukit sebanyak 8 orang.

Dua kejadian longsor di atas hanya merupakan sedikit kejadian dari rentetan peristiwa bencana tanah longsor yang terjadi di Indonesia. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegah munculnya kerugian materi maupun jiwa manusia.

Stop penggundulan hutan dan tidak mendirikan bangunan di lereng-lereng bukit atau mengolah lahan di lereng dan di bawah lereng merupakan beberapa tindakan yang bisa dilakukan. Munculnya kesadaran dari diri manusia akan bencana akan membantu mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat tanah longsor.

Selanjutnya : Cara Membuat Materi Khotbah Jumat Islam agar Menarik
Sebelumnya: Peradaban dalam Segi Politik yang Semakin Memburuk
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar