Peristiwa Ganyang Malaysia 1963

Peristiwa ganyang Malaysia 1963 adalah sebuah sejarah yang tak terlupakan bagi bangsa Indonesia. Peristiwa ini diawali pada 1961. Saat itu, wilayah Kalimantan terbagi menjadi empat wilayah administrasi. Di saat yang bersamaan, Inggris berusaha untuk menyatukan koloninya di kawasan Kalimantan dengan Semenanjung Malaya untuk mendirikan Negara Malaysia.

Rencana tersebut sangat ditentang oleh pemerintah Indonesia. Soekarno yang saat itu menjabat sebagai presiden mengatakan bahwa Malaysia itu adalah boneka Inggris. Pembentukan kawasan Malaysia pada waktu itu dikhawatirkan akan menambah kekuasaan Inggris di kawasan tersebut, sehingga nantinya mengancam kemerdekaan Negara Indonesia.

Loading...

Sebenarnya Indonesia setuju dengan pembentukan Malaysia jika mayoritas penduduk di daerah tersebut memilihnya dalam satu referendum yang dikoordinir oleh PBB. Tapi, pada tanggal 16 September 1963, sebelum dilaporkannya hasil dari pemilihan, pihak Malaysia menganggap pembentukan federasi tersebut adalah sebuah masalah dalam negeri. Di sisi lain, pemerintah Indonesia menganggap hal ini sebagai aksi melanggar perjanjian dan juga bukti imperialisme kolonial Inggris.

Ganyang Malaysia

Sejak adanya aksi demonstrasi anti-Indonesia yang dilakukan di Kuala Lumpur seperti penyerbuan KBRI, perusakan foto Soekarno, dan perusakan lambang Negara Indonesia, Pancasila, amarah Presiden Soekarno terhadap Negara Malaysia semakin tak terbendung.

Soekarno yang marah karena tindakan para demonstran dan perdana Menteri Malaysia saat itu, ingin melakukan aksi balas dendam dengan membuat gerakan bernama “Ganyang Malaysia”. Gerakan “Ganyang Malaysia” ini ditujukan pada negara Federasi Malaysia yang sudah menghina Negara Indonesia dan juga Presiden Indonesia.

Terjadinya Permusuhan

Pada 20 Januari 1963, Soebandrio, Menteri Luar Negeri Indonesia saat itu, menyatakan bahwa Negara Indonesia mengambil pilihan untuk bermusuhan dengan Malaysia. Beberapa bulan kemudian, tepatnya 12 April 1963, para sukarelawan Indonesia mulai masuk ke wilayah Sabah dan Serawak untuk menyebarkan propaganda sekaligus menyerang dan melakukan sabotase. Lalu pada 27 Juli, Soekarno menyatakan bahwa dirinya akan mengganyang Malaysia.

Di daerah perbatasan antara Kalimantan dan Malaysia, terjadi konflik peperangan perbatasan. Pasukan Indonesia berupaya menguasai Sabah dan Serawak, tetapi tidak berhasil. Pada 1964, pasukan dari Indonesia menyerang kawasan di Semenanjung Malaya.

Sementara itu, di Johor, 16 orang agen bersenjata Indonesia berhasil ditangkap.
Selain itu, aktivitas pasukan angkatan bersenjata Indonesia semakin meningkat di daerah perbatasan. Tentara Laut Diraja Malaysia pun memerintahkan pasukannya untuk mempertahankan kedaulatan Malaysia.

Akhir Konflik Indonesia dan Malaysia

Pada 1965 akhir, terjadi kudeta di Indonesia dan kekusaan di Negara Indonesia dipegang oleh Soeharto. Karena adanya konflik tersebut, niat Indonesia berperang dengan Negara Malaysia menjadi pudar sehingga peperangan akhirnya mereda.

Lalu, pada 28 Mei 1966, diadakan konferensi di Kota Bangkok yang mengumumkan bahwa konflik Malaysia dan Indonesia sudah selesai. Aksi kekerasan pun berakhir di bulan Juni 1966, disusul dengan penandatangan perjanjian perdamaian pada 11 Agustus yang diresmikan 2 hari kemudian.

Semoga peristiwa ganyang Malaysia 1963 tidak terulang, meski beberapa waktu belakangan, negara tetangga kita yang tercinta itu kembali menyulut api permusuhan dengan berbagai tindakan pengklaiman atas berbagai budaya asli Indonesia.

Loading...
Selanjutnya : Pemanasan pada Susu Kedelai Pasteurisasi Sterilisasi
Sebelumnya: Cara Mengatasi Balita Batuk Berdahak
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar