Contoh Perjanjian Internasional di Indonesia


Perjanjian Internasional merupakan suatu kesepakatan yang tunduk pada hukum internasional dengan pihak-pihak yang terdiri dari negara ataupun organisasi internasional. Ada dua jenis perjanjian internasional, yaitu multilateral dan bilateral. Pada perjanjian multilateral, ada lebih dari dua negara yang terlibat, beberapa pihak tersebut menentukan aturan hak dan kewajiban masing-masing. Sementara bilateral hanya melibatkan dua negara saja. Berikut ini akan diberikan beberapa contoh dari perjanjian internasional di Indonesia, baik itu multilateral maupun bilateral.

Contoh-contoh Perjanjian Bilateral

1.    Perjanjian tentang dwikewarganegaraan yang ditandatangani oleh Indonesia dan Cina pada tahun 1954.

2.    Perjanjian penyerahan Irian Barat atau yang kini dikenal sebagai Papua Barat. Perjanjian ini ditandatangani oleh Negara Indonesia dan Belanda di New York pada 15 Agustus 1962.

3.    Perjanjian mengenai normalisasi hubungan Negara Indonesia dan Malaysia yang ditandatangani oleh kedua negara tersebut di Jakarta pada 11 Agustus 1966.

4.    Perjanjian mengenai Laut Cina Selatan dan Selat Malaka yang ditandatangani oleh Indonesia dan Malaysia pada 27 Oktober 1969.

5.    Perjanjian mengenai Laut Andaman dan sebelah Utara Selat Malaka yang ditandangani oleh Indonesia dan Thailand pada 17 Desember 1971.

6.    Perjanjian batas wilayah antara Indonesia dan Papua New Guinea. Perjanjian ini ditandatangani oleh Negara Indonesia dan Australia pada 12 Februari 1973.

7.    Perjanjian mengenai garis batas laut teritorial di Selat Singapura. Perjanjian ini ditandatangani oleh Indonesia dan Singapura pada 25 Mei 1973.

8.    Perjanjian mengenai kerja sama, persahabatan, dan saling menghormati antara Indonesia dan Papua New Guinea yang ditandatangani pada tahun 1987.

Contoh-contoh Perjanjian Multilateral

1.    Penandatanganan Konvensi Jenewa pada tahun 1949 mengenai Perlindungan Korban Perang.

2.    Penandatanganan Konvensi Hukum Laut pada tahun 1958.

3.    Penandatanganan Konvensi Wina pada tahun 1961 mengenai hubungan diplomatis.

Perjanjian multilateral bersifat terbuka. Negara-negara yang belum ikut serta pada penandatanganan perjanjian dapat mengajukan negaranya untuk ikut serta sebagai anggota perjanjian.

Demikianlah beberapa contoh perjanjian internasional di Indonesia yang mencakup perjanjian bilateral dan multilateral.

Selanjutnya : Mempelajari Isi Kitab Amsal
Sebelumnya: Artikel Hidup Sehat: Solusi Hidup Sehat
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar