Perjuangan Muhammadiyah di Masa Indonesia Merdeka


Perjuangan Muhammadiyah di masa Indonesia merdeka tak bisa dipandang sebelah mata. Tumbuh sebagai organisasi massa yang berlandaskan agama, Muhammadiyah berkembang menjadi salah satu subjek sejarah peraih kemerdekaan bangsa sekaligus mengisi kemerdekaan dengan karya nyata, melalui pendidikan formal dan nonformal.

Muhammadiyah

Sejarah Muhammadiyah diawali dengan hasil kontemplasi Kyai Haji Ahmad Dahlan setelah menunaikan ibadah haji. Selama menunaikan ibadah haji, KH Ahmad Dahlan menimba ilmu pada ulama-ulama Indonesia yang bermukim di Mekah, seperti Kyai Mas Abdullah dari Surabaya, Kyai Nawawi dari Banten, dan Kyai Fakih Maskumambang. Ditopang pemikiran-pemikiran Islam pembaruan, seperti: Rasyid Ridha, Muhammad Abduh, dan Jamluddin Al Afghani, niat KH Ahmad Dahlan untuk membawa ide pembaruan dalam dunia Islam di Indonesia semakin kuat.

Dari hasil interaksi dengan aktivis muda di organisasi Budi Utomo, muncul gagasan untuk mengubah kegiatan pendidikan keagamaan yang dirintis KH Ahmad Dahlan menjadi sebuah organisasi yang dikelola yayasan. Hal itu dimaksudkan agar kegiatan yang ada tidak berhenti ketika beliau wafat. Dari usulan kerabat terdekat, sekolah keagamaan tersebut dinamakan Sekolah Muhammadiyah. Nama tersebut berasal dari kata Muhammad, menunjukkan sebagai umat Nabi Muhammad.

Organisasi Muhammadiyah

Tepat tanggal 18 November 1912 atau 8 Dzulhijjah 1330 Hijriah, didirikanlah organisasi bernama Muhammadiyah, sebuah organisasi yang berasaskan islam melalui tadabur ayat per ayat Alquran yang mengajarkan tata cara hidup bermasyarakat dan merintis generasi yang cerdas, kritis, dan kreatif dalam berpikir. Melalui gerakan Aisyiyah, organisasi tersebut menempatkan wanita Islam lebih maju dan berkembang dalam berkarya serta mendalami Islam dan pengetahuan lainnya tanpa terjebak aliran feminisme.

Sesuai dengan visi organisasi yang terjun langsung dalam hidup bermasyarakat inilah, Muhammadiyah turut berperan dalam sejarah meraih kemerdekaan. Peran Muhammadiyah dalam meraih kemerdekaan bangsa ditunjukkan oleh Ki Bagus Hadikusuma di masa menjelang kemerdekaan Republik Indonesia.

Beliau dengan tegas menolak perintah Dai Nippon untuk melakukan penghormatan setiap pagi kepada Dewa Matahari dan tetap menjalankan roda organisasi meski harus sembunyi-sembunyi dari incaran tentara Jepang. Pascaproklamasi kemerdekaan, perjuangan Muhammadiyah dan rakyat Indonesia berlanjut dengan menghadapi tantangan dari Belanda yang menolak mengakui kemerdekaan bangsa.

Muktamar Muhammadiyah pada tahun 1950 menghasilkan beberapa keputusan penting yang menjadi tonggak perjuangan Muhammdiyah di masa Indonesia merdeka. Keputusan itu antara lain: bekerja sama dengan pemerintah dalam memperbaiki akhlak, meningkatkan kesehatan rakyat, membiayai para pelajar untuk bersekolah di luar negeri, mendirikan Universitas Muhammadiyah, mendesak pemerintah RI mengembalikan harta wakaf hasil rampasan Jepang, serta menghormati dan bekerjasama dengan organisasi Islam lainnya demi kemajuan bangsa.

Demikian perjuangan Muhammadiyah di masa sebelum dan sesudah Indonesia merdeka. Semoga dapat menambah wawasan pembaca.

Selanjutnya : Semua Profesi Adalah Pekerjaan Tapi Tidak Semua Pekerjaan Adalah Profesi Maksudnya?
Sebelumnya: Salah Satu Upaya yang Harus Dilakukan Negara Untuk Mengatasi Konflik Sosial dalam Masyarakat
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar