Pengertian dan Perkembangan Inflasi Awal Tahun 2014

Banyak data mengenai data-data statistik yang dapat dijadikan sebagai indikator melihat perkembangan inflasi. Salah satunya data dari Badan Pusat Statistik. Namun sebelum membahas mengenai perkembangan inflasi yang terjadi di Indonesia, kita akan membahas mengenai pengertian dan sumber inflasi. Berikut penjelasannya.

Pengertian Inflasi

Inflasi adalah suatu keadaan ekonomi di mana harga-harga barang, terutama kebutuhan pokok, mengalami kenaikan dalam jangka waktu yang relatif lama. Kenaikan harga yang kemudian turun kembali tidak bisa dikatakan sebagai inflasi. Inflasi secara umum terjadi akibat jumlah uang yang beredar lebih banyak dibandingkan dengan yang diperlukan.

Membahas tentang inflasi, tidak lepas dari pembahasan deflasi. Yang dimaksud dengan deflasi adalah suatu periode di mana harga-harga barang mengalami jatuh, sedangkan nilai mata uang semakin bertambah. Jadi, inflasi merupakan kebalikan dari deflasi. Jika inflasi terjadi karena banyaknya uang yang beredar, maka deflasi terjadi karena uang yang beredar kurang/sedikit.

Perkembangan Indeks Harga Inflasi Awal Tahun 2014

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Indonesia, tercatat pada bulan Januari 2014, nilai inflasi mencapai 1,07%. Sementara Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110, 9. Sebanyak 78 kota mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kepulauan Pangkal Pinang dengan jumlah 3,79 dengan IHK 114,92%. Nilai inflasi terendah terjadi di Pontianak dengan nilai 0,04% dengan jumlah IHK 111,78,

Sementara deflasi tertinggi terjadi di wilayah Sorong dengan nilai 0,17% dengan jumlah IHK 108,43, sedangkan deflasi terendah terjadi di wilayan Manokwara dengan nilai 0,07 % dengan IHK sebesar 106,44. Inflasi pada bulan Januari 2014 disebabkan karena adanya kenaikan yang ditunjukkan akibat kenaikan indeks dari kelompok pengeluaran, antara lain adalah sebagai berikut.

  • Kenaikan bahan makanan sebesar 2,77%.
  • Kenaikan makanan jadi, jenis-jenis minuman, tembakau dan rokok sebesar 0,72%.
  • Kenaikan pada kelompok perumahan yang berhubungan dengan gas, listrik, bahan bakar, dan air yang mencapai sebesar 1,01%.
  • Kenaikan pada kelompok sandang sebesar 0,55%.
  • Kenaikan pada kelompok kesehatan sebesar 0,72%.
  • Kenaikan kelompok pendidikan, olahraga, dan kelompok rekreasi sebesar 0,28%.
  • Kenaikan kelompok transfortasi, komunikasi, dan pelayanan jasa keuangan sebesar 0,20%.

Lalu, bagaimana cara mengatasi inflasi dan deflasi? Inflasi merupakan gejala ekonomi yang tidak dapat dihilangkan dengan tuntas. Usaha yang dilakukan pemerintah hanya mengurangi dan mengendalikan inflasi. Sementara untuk menangani masalah deflasi bisa dengan cara menurunkan tingkat suku bunga.

Demikian pembahasan singkat mengenai inflasi serta informasi perkembangan inflasi yang terjadi pada awal tahun 2014, yang diharapkan dapat dijadikan gambaran dan membantu pembaca memahami salah satu yang menjadi permasalahan ekonomi di Indonesia.

 

Loading...
Selanjutnya : Keunikan dan Misteri Candi Borobudur
Sebelumnya: Peralatan yang Digunakan Sepak Bola
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar