Permasalahan Hak dan Kewajiban dalam Rumah Tangga


Berbicara mengenai permasalahan rumah tangga seolah-olah selalu menarik dan tidak ada habisnya untuk dibahas. Terlebih lagi, permasalahan yang berkaitan dengan permasalahan hak dan kewajiban dalam rumah tangga. Banyak faktor yang menjadi penyebab timbulnya masalah hak dan kewajiban tersebut.

Salah satu yang melatarbelakangi adalah tingginya egoisme dari masing-masing pihak, sehingga mereka sama-sama menuntut haknya. Jika dibiarkan berlarut-larut, maka tidak tertutup kemungkinan permasalahan tersebut akan berakhir dengan perceraian.

Rumah Tangga

Salah satu contoh yang sering kita temui adalah masalah yang disebabkan oleh egoisme setiap pasangan yaitu dengan menuntut hak tanpa mau mengoreksi kewajibannya sendiri. Misalnya, seorang suami berkewajiban mencari nafkah, dan istri berkewajiban mengurusi urusan rumah tangga. Ketika salah satu pihak kurang fokus pada kewajibannya masing-masing maka akan timbul suatu masalah, sedangkan kondisi tersebut memerlukan pengertian dari masing-masing pihak.

Dengan mengetahui sebab-sebab yang melatarbelakangi permasalahan hak dan kewajiban di dalam rumah tangga, suami dan istri diharapkan bisa diminimalisasi permasalahan mereka. Permasalahan tersebut bisa dihindari salah satunya dengan cara menentukan visi misi di dalam pernikahan, sehingga ketika permasalahan terjadi tidak akan berlarut-larut dan akan kembali pada tujuan awal pernikahan.

Selain itu, cara meminimalisasi permasalahan tersebut dibutuhkan pemahaman dan saling pengertian antarpasangan. Misalnya, jika pada kondisi suami dan istri sama-sama sibuk bekerja. Dengan pemahaman yang baik, kita akan semakin bisa memperlakukan pasangan kita dengan baik sesuai dengan yang pasangan kita inginkan.

Tidak jarang terjadi maksud dari salah satu pihak yang bertujuan baik malah dianggap buruk oleh pihak yang lain. Jika hal itu yang terjadi, bisa sangat menyeramkan bukan? Hal lain yang tidak kalah penting dalam mengatasi permasalahan hak dan kewajiban dalam rumah tangga tersebut adalah kerja sama dan kesadaran antarpasangan.

Dengan adanya kerja sama yang baik, kemarahan yang dikeluarkan oleh salah satu pasangan dapat dipecahkan melalui dialog agar masalah tersebut terpecahkan. Jika hal itu terjadi, maka masing-masing pasangan bisa menyampaikan masalahnya kepada pasangannya, sehingga perbedaan peikiran antar pasangan bisa diminimalisasi.

Selanjutnya : Mengenal Peta Penyebaran Hindu Budha di Indonesia
Sebelumnya: Cara Membuat Proposal Pengajuan Barang Beserta Contohnya
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar