Pernikahan Usia Dini Menurut Undang-Undang Perkawinan No 1 Tahun 1974


Seperti yang diketahui, tujuan hidup semua orang adalah membina rumah tangga dengan pujaan hatinya dalam ikatan suci. Ikatan suci yang dimaksud disini adalah pernikahan. Hal inilah yang membuat sebagian orang memutuskan untuk melakukan pernikahan usia dini. Lalu, bagaimanakah pernikahan usia dini menurut Undang-Undang Perkawinan No 1 Tahun 1974?

Undang-Undang No. 1 Tahun 1974

Bagi Anda yang ingin berumah tangga, tentu saja harus mengetahui dasar-dasar perkawinan terlebih dahulu. Dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 dijelaskan beragam hal seputar perkawinan. Salah satunya adalah pembahasan mengenai pernikahan dini.

Berdasarkan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974, dengan tegas memperbolehkan adanya pernikahan usia dini. Dalam undang-undang tersebut termuat usia minimal melangsungkan sebuah ikatan pernikahan. Usia minimal perempuan menikah adalah 16 tahun. Sementara itu, usia laki-laki menikah adalah 19 tahun.

Dilihat dari ketentuan usia menikah, ada perbedaan yang sangat mencolok. Usia perempuan menikah lebih muda dibandingkan dengan laki-laki. Hal inilah yang membuat banyaknya perempuan menikah usia dini.

Padahal dalam kenyataannya, pernikahan usia dini lebih banyak merugikan pihak perempuan. Pernikahan usia dini membuat para lelaki bisa dengan mudah melangsungkan pernikahan dengan perempuan di bawah umur.

Tentu saja, menjalankan hubungan rumah tangga dalam usia dini tidaklah mudah. Apalagi di usia dini, baik pria maupun wanita belum bisa mengendalikan ego masing-masing. Tak jarang, pernikahan dini berujung dengan perceraian.

Perceraian menjadi langkah akhir yang diambil oleh pasangan muda ketika tidak bisa menyelesaikan permasalahan rumah tangganya. Namun sayangnya, dalam hal ini perceraian juga akan mendiskriminasi pihak wanita.

Berdasarkan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974, dijelaskan bahwa sang suami bisa dengan mudah menceraikan istrinya atas dasar ketidakcocokan. Dengan demikian, pernikahan dini sama sekali tidak menguntungkan pihak wania.

Untuk itu, jangan terburu-buru memutuskan menikah di usia dini. Hal ini dikarenakan, perlu adanya kematangan sikap dan mental. Kesiapan untuk menghadapi berbagai risiko yang menghampiri dalam rumah tangga.

Demikianlah ulasan seputar pernikahan usia dini menurut Undang-Undang Perkawinan No 1 Tahun 1974. Semoga informasi ini bermanfaat untuk para pembaca.

Selanjutnya : Melihat Peluang Bisnis dari Rumah
Sebelumnya: Menjaga Mesin Fotocopy Tetap Awet
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar