Persamaan dan Perbedaan Sholat 4 Madzhab

Sholat merupakan ibadah yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim. Pelaksanaan ibadah sholat harus dikerjakan sesuai dengan syarat dan rukun sholat. Apabila salat satu rukun dan syarat tersebut tidak dilakukan, maka salat yang kita laksanakan menjadi tidak sah dan tidak akan mendapatkan pahala dari Allah Swt.

Meskipun demikian, tahukah Anda bahwa dalam perkembangannya, terjadi sedikit perbedaan dalam pelaksanaan ibadah sholat? Artikel berikut ini akan membahas mengenai persamaan dan perbedaan sholat 4 madzhab.

Sejatinya, ibadah sholat merupakan ibadah yang sangat istimewa. Karena perintah ibadah sholat merupakan satu-satunya wahyu yang diberikan langsung oleh Allah Swt. kepada Nabi Muhammad saw. saat melaksanakan Isra Miraj. Tempat turunnya wahyu pun sangat istimewa, yaitu di Sadratul Muntaha atau Singgasananya Allah Swt. Selain itu, keisitimewaan lainnya adalah bahwa ibadah shalat merupakan ibadah yang pertama kali akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak.

4 Madzhab

Yang dimaksud dengan empat madzhab tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Madzhab Hanafi
  2. Madzhab Hambali
  3. Madzhab Syafi’i
  4. Madzhab Maliki

Persamaan 4 Madzhab Tentang Sholat

1. Niat

Keempat madzhab bersepakat bahwa niat sholat tidak harus diucapkan dengan kata-kata.

2. Shalat wajib dilaksanakan oleh semua muslim

Karena sholat merupakan ibadah wajib, sholat harus dilakukan oleh yang sehat maupun oleh orang yang sakit. Semua madzhab berpendapat bahwa sholat boleh dilakukan dengan berdiri, duduk, atau berbaring bagi orang-orang yang sakit

Perbedaan 4 Madzhab Tentang Sholat

1. Membaca takbiratulikhram

  • Syafi’i berpendapat bahwa bacaan takbiratul ikhram boleh berbunyi “Allahu Akbar” atau “Allahu Al-Akbar”
  • Hanafi berpendapat bahwa bacaan takbiratul ikhram boleh berbunyi “Allahu Akbar” atau dengan kata-kata lain yang semakna seperti “Allah Al-A’dzam” atau “Allahu Al-Ajall”.
  • Syafi’i, Maliki, dan Hambali berpendapat bahwa bacaan takbiratul ikhram harus diucapkan dalam bahasa Arab, sedangkan Hanafi berpendapat boleh diucapkan dalam bahasa apa saja.

2. Membaca Al-Fatihah

  • Hanafi tidak mengharuskan membaca Al-Fatihah dan boleh menggantinya dengan bacaan Alquran yang lain.
  • Hambali, Syafi’i, dan Maliki berpendapat bahwa membaca surah Al-Fatihah adalah wajib dalam setiap rakaatnya.

Sebenarnya masih banyak persamaan dan perbedaan pada keempat madzhab. Madzhab manakah yang harus Anda ikuti, sebaiknya Anda bertanya kepada para ulama yang lebih ahli.

Selanjutnya : Kumpulan Film Tentara
Sebelumnya: Karya Ilmiah Kajian Tenaga Kerja Wanita
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

//adsnya disini