Apa Saja Persyaratan Pendirian Koperasi?


 

Koperasi, tentu kata itu tak asing lagi di telinga kita. Sebuah perserikatan yang bertujuan untuk mencukupi keperluan anggota-anggotanya dengan cara menjual barang kebutuhan sehari-hari dengan harga murah. Koperasi memang tidak bertujuan untuk profit oriented semata, namun juga berdasar asas kesejahteraan bagi anggotanya. Jika kita ingin mendirikan koperasi harus ada persyaratan pendirian koperasi yang tidak mudah.

Koperasi ditemui mulai dari sekolah, kantor, hingga koperasi pada tingkat desa atau sering disebut Koperasi Unit Desa (KUD). Koperasi pun mempunyai jenis bermacam-macam, mulai dari koperasi konsumsi, produksi, hingga koperasi simpan pinjam. Sering koperasi menjadi pilihan utama bagi masyarakat untuk menyalurkan hasil produksi, membeli kebutuhan sehari-hari, dan melakukan simpan pinjam.

Hal ini dilakukan masyarakat di koperasi karena mampu membeli, menjual, dan membagi hasil dengan adil dan seimbang. Pemahaman koperasi seperti tersebut di atas tentu telah diketahui oleh sebagian besar masyarakat. Namun apakah mereka mengetahui bagaimana caranya mendirikan sebuah koperasi?

Cara Mendirikan Koperasi

Berikut ini akan dijelaskan bagaimana mendirikan sebuah koperasi yang diatur dalam UU No.25 tahun 1992 :

  1. Koperasi primer didirikan oleh sekelompok orang (min. 20 orang) yang memiliki kegiatan dan kepentingan ekonomi sama. Sedang koperasi sekunder didirikan oleh tiga badan hukum koperasi untuk menjaga kelayakan usaha.
  2. Sebelum mendirikan sebuah koperasi, sebaiknya pengurus koperasi mendapatkan penyuluhan tentang seluk beluk koperasi oleh profesional. 
  3. Setiap kegiatan dan usaha yang dijalankan oleh koperasi tidak menentang ketertiban umum atau kesusilaan. 
  4. Melakukan rapat pembentukan koperasi yang dihadiri oleh pejabat atau dinas yang mengurus koperasi. 
  5. Dalam rapat pembentukan tersebut disusun mengenai nama, tujuan, jenis usaha, keanggotaan, rapat usaha, pegurus dan lain-lain. Disusun juga mengenai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. 
  6. Dalam pembentukan itu sebaiknya juga dihadiri oleh notaris yang akan membuatkan akta pendirian koperasi.

Perlu dipahami bahwa persyaratan pendirian koperasi sebenarnya terbagi menjadi dua yakni persyaratan yuridis atau normatif dan persyaratan teknis atau operasional. Persyaratan yuridis adalah persyaratan mengenai peraturan perundang-undangan. Sedangkan persyaratan teknis mengenai pelaksanaan usaha. Selamat mendirikan koperasi, dirikanlah koperasi yang tidak mencekik leher masyarakat tapi mensejahterakan masyarakat sekitarnya!

Selanjutnya : Tempat Bersejarah di Indonesia
Sebelumnya: Tips Memilih Tempat Wisata Air untuk Bayi
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar