Pertolongan Kecelakaan di Air

Pertolongan kecelakaan di air merupakan pengetahuan yang tak hanya wajib dikuasai para penjaga pantai. Setiap atlit renang dan olahraga air lain perlu mengetahui teknik dasar pertolongan terhadap kecelakaan yang mungkin terjadi di air.

Seorang atlit olahraga air seharusnya bertindak tenang ketika berada di dalam air. Persiapan sebelum melakukan olahraga air hendaknya disiapkan secara optimal. Pencegahan terjadinya kecelakaan lebih baik daripada penanggulangan dan pertolongan. Kecelakaan di dalam perairan beresiko lebih tinggi dibandingkan kecelakaan pada keadaan atau situasi normal. Sebab berada di dalam perairan membutuhkan kemampuan berenang, menyelam, olah napas yang cukup baik.

Loading...

Keselamatan ketika di dalam air tidak hanya ditentukan oleh kemampuan berenang namun juga tingkat kewaspadaan.

Kecelakaan di dalam air dapat terjadi karena beberapa faktor yaitu :

a.  Kondisi tubuh

Beberapa kecelakaan di dalam air terjadi karena kondisi perenang. Mulai dari pemula yang memaksakan diri berenang di perairan dalam tanpa dibekali kemampuan berenang yang cukup hingga kondisi tubuh yang terlalu lelah.

b.  Tingkat kewaspadaan

Berenang di alam bebas seperti danau, laut lepas membutuhkan tingkat kewaspadaan yang tinggi. Berbeda dengan kolam renang yang mengkondisikan perenang mudah beradaptasi, alam bebas merupakan wahana yang tak mudah diprediksi. Waspada dan berhati-hati adalah tindakan paling bijak. Hindari terumbu karang, hutan bakau atau pusaran air ketika berenang di alam bebas

c.  Perubahan cuaca yang tiba-tiba

Semahir-mahirnya seorang perenang ada kemungkinan tak mampu melawan kekuatan alam. Pusaran air, gelombang tinggi dan arus yang kuat dapat menyebabkan perenang mengalami kesulitan menyelamatkan diri. Untuk menghindari kecelakaan sebaiknya perenang mematuhi larangan berenang atau berselancar ketika cuaca buruk

Pertolongan Kecelakaan Air

Selain memahami faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan di dalam air, menguasai teknik pertolongan kecelakaan di air perlu dipahami. Beberapa teknik dasar tersebut meliputi

a.  Pertolongan untuk korban yang masih sadar. Caranya dengan melemparkan tali atau pelampung kepada korban kemudian ditarik atu didorong ke tepian.

b.  Pertolongan untuk korban tidak sadarkan diri.

Dapat dilakukan dengan dua tahapan, yaitu melakukan back stroke saving action (penolong berenang dalam keadaan terlentang dengan posisi tubuh berada di bawah tubuh korban, kaki bergerak seperti gerakan katak). Korban diposisikan dalam keadaan muka dan hidungnya berada di atas permukaan air.

Penolong harus berenang perlahan ke tepian sambil salah satu lengan menarik dagu korban. Ketika korban telah sampai di tepian, tempatkan ia di tempat yang nyaman dan lakukan teknik penyelamatan dengan sistem Resusitasi Jantung dan Paru (RJP). RJP dilakukan dengan cara memeriksa keadaan korban, membuka jalan napas, memastikan terjadi atau tidaknya hilang napas, memberikan napas buatan dan pijatan jantung.

Memberikan pertolongan kecelakaan di air harus dibekali teknik memasuki perairan, mendekati korban, cara membawa korban ke tepian, cara membuka aliran udara, cara memeriksa denyut nadi dan cara memberikan bantuan pernapasan.

Loading...
Selanjutnya : Mengetahui Sistem Pemerintahan Australia sebagai Negara Persemakmuran
Sebelumnya: Puisi Ungkapan Cinta pada Seorang Sahabat
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar