Pertolongan untuk Bayi yang Batuk Pilek


Pertolongan untuk bayi yang batuk pilek memang gampang-gampang susah. Tetapi, meskipun demikian, orang tua tidak seharusnya panik. Khususnya, bagi para orang tua yang pertama kali mendapatkan anaknya batuk dan pilek harus rajin bertanya ataupun membaca informasi. Kepanikan terjadi biasanya karena kurang informasi. Oleh karena itu, sebelum anak semakin menderita akibat batuk dan pilek, mari telusuri cara-caranya.

Sikap yang Baik

Orang tua yang baru pertama kali menyaksikan anak terserang batuk dan pilek, tentu akan merasa cemas. Bagaimana tidak, kita menyaksikan anak megap-megap karena sukar bernapas dan tak henti-henti batuk. Sukar membayangkan jika tubuhnya yang mungil dan ringkih terguncang-guncang oleh batuk.

Sebagai orang tua, inilah saatnya berlatih untuk bijaksana dalam menghadapi situasi seperti ini. Zaman orang tua kita dulu, mereka tidak dipandu internet seperti kita sekarang. Informasi yang diperoleh lebih banyak didapatkan secara lisan saja.

Tetapi, meskipun akses internet sudah mudah, bukan berarti tantangan tak ada. Ada kalanya, kita kesulitan mengakses jaringan internet dengan baik. Nah, sebelum pikiran kita kelimpungan, sebaiknya sarana penggalian informasi secara lisan tetap dijalani. Misalnya, dengan cara bertanya kepada sahabat sesama orang tua, atau bahkan kepada orang tua kita sendiri.

Pertolongan yang Tepat

Pada tingkat yang lebih mendasar, ada beberapa hal yang sangat perlu diperhatikan jika anak mengalami batuk pilek. Faktor pertama yang tak boleh abai adalah asupan ASI dan air putih yang cukup bagi bayi. Jangan mudah tergoda iklan obat-obatan flu lantas bayi segera dicekoki oleh obat-obatan. Perhitungkanlah bahwa ASI dan air putih adalah sebaik-baiknya obat bagi bayi.

Faktor kedua yang teramat penting adalah kenyamanan bayi. Kenyamanan bayi dapat diperoleh juga jika orang tua tidak mengalami kepanikan. Mengapa? Karena panik dapat menyebabkan lenyapnya gagasan untuk melakukan hal-hal yang sederhana.

Kenyamanan sederhana yang diperlukan oleh bayi misalnya adalah kenyamanan ruangan. Buatlah ruangan yang ditempati oleh bayi yang sedang sakit tidak terlalu banyak barang di dalamnya. Apalagi jika kebetulan ruangan kamar cukup sempit. Usahakan agar ruangan bisa bebas dari udara yang pengap. Sirkulasi harus benar-benar cukup terbuka.

Selain kenyamanan udara, penting juga asupan sinar matahari pagi bagi bayi yang tengah dilanda batuk pilek. Kehangatan matahari pagi penting agar kotoran di hidung bayi bisa mudah cair. Oleh karena itu, jangan lupa untuk membawa bayi untuk berjemur di bawah matahari yang masih hangat dan kaya vitamin E. Demikianlah, faktor-faktor yang perlu diingat dalam hal pertolongan untuk bayi yang batuk pilek.

Selanjutnya : Tip Cara Belajar Bahasa Inggris yang Baik Tanpa Kursus, Les, dan Mentor
Sebelumnya: Tip Dasar Teknik Catur untuk Pemula
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar