Perubahan Makna Sinestesia dan Faktor Yang Memengaruhi Perubahan Makna Kata

Contoh kalimat dalam perubahan makna sinestesia adalah “Perangai anak itu kasar sekali.” Kata ”kasar” mengalami perubahan makna. Kata “kasar” biasanya merujuk pada sifat kata permukaan sebuah benda, namun dalam kalimat tersebut kata “kasar” dilekatkan pada sifat tingkah laku seseorang.

Arti Perubahan Makna Sinestesia

Loading...

Sinestesia berarti metafora dari sebuah kata ungkapan untuk memberi sifat pada kata (biasanya benda) yang lain. Ada beberapa gejala dalam perubahan makna. Penyebabnya adalah adanya penambahan imbuhan.

Baik itu surfiks, afiks, maupun infiks. Pergeseran itu juga dapat berupa pengulangan kata atau penggabungan kata. Perubahan seperti ini biasa disebut dengan perubahan linguistik.

Pergeseran perubahan makna seperti ini disebut dengan pergeseran faktor nonbahasa. Jika dilihat dari uraian faktor-faktor di atas, maka dapat dikatakan bahwa perubahan makna sinestesia pada umumnya dipengaruhi oleh faktor nonbahasa.

Jenis Perubahan Makna Kata

Kedua faktor di atas banyak menyebabkan beberapa jenis perubahan makna sinestesia. Di antaranya adalah:

1. Perubahan makna kata karena adanya pengimbuhan

Salah satunya adalah penggunaan kata “lari”.
Contoh kalimat: Bukan maksudku untuk lari dari tanggung jawab ini.

2. Perubahan makna kata karena adanya pengulangan kata

Kata “hati” yang merupakan organ pada tubuh manusia mengalami perubahan perulangan menjadi “hati-hati” yang berarti tindakan yang sangat cermat dan tidak terburu-buru.

Contoh kalimat: Hati-hati saat menyeberang sungai yang sedang banjir itu.

3. Perubahan makna karena perbedaan bidang pemakaian kata

Kata “bang” dan “bank”
Contoh kalimat: “Bang toyib sudah tiga bulan tidak pulang.”
“AKu hendak menarik uang di Bank Plecit.”

4. Perubahan makna dengan tujuan untuk metafora atau ungkapan

Kata “harum” seperti pada kalimat “Ibu Kartini harum namanya.”

5. Perubahan makna karena adanya asosiasi

Kata “kupu-kupu” yang mrupakan hewan menjadi sebutan untuk wanita asusila
Contoh kalimat: “Wanita cantik itu seorang kupu-kupu malam yang kaya.”

6. Perubahan makna karena adanya perubahan daya tangkap indera

Kata “pedas” yang merupakan rasa pencecap menjadi tajam seperti pada kalimat “Bicaranya tajam menusuk hati.”

7. Perubahan makan karena perbedaan tanggapan

Kata “terang” yang merupakan penyifatan cahaya menjadi sifat pada suara seperti pada kalimat “Kalimatnya terdengar sangat terang bagiku.”

8. Perubahan makna kata karena adanya penggabungan

Kata “tulang” dan “punggung” yang merupakan bagian tubuh menjadi sumber penghasilan keluarga.
Contoh kalimat: “Anak itu adalah tulang punggung keluarga”

9. Faktor perkembangan bahasa dan teknologi

Kata “unduh” yang berarti mengambil sekarang merupakan kata yang digunakan untuk tindakan mengambil data dari internet.

10. Faktor pergeseran makna

Kata “kitab” dulu berarti semua buku sekarang berarti buku keagamaan.

11. Faktor asosiasi

Kata “menggelegar” untuk petir menjadi istilah untuk “suara”.

Demikianlah pembahasan mengenai perubahan makna sinestesia tersebut, semoga bermanfaat.

Loading...
Selanjutnya : Ramalan Jayabaya
Sebelumnya: Ramalan Datang Bulan
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar