Peternakan Kuda Terbesar di Indonesia


Di manakah peternakan kuda terbesar di Indonesia? Jawaban yang cukup sulit ditemukan oleh generasi muda sekarang ini. Keberadaanya sudah tergerus arus zaman, sehingga hewan yang berlari cepat ini hanya dimiliki oleh orang-orang kalangan atas. Jenis kuda yang berkembang dari jenis pacu, bukan jenis tunggangan. Sentra kuda pacu yang terkenal saat ini ada di Sulawesi Utara.

Peternakan Kuda di Indonesia

Dalam sejarah peternakan kuda yang sudah terekam di Nusantara ini, Sumatra Barat pernah menjadi sentranya. Daerah sentra berada di Padang Mangateh, Kabupaten Limapuluh. Pada sekitar tahun 70-an hingga 80-an, daerah tersebut menjadi pusat peternakan kuda paling besar di Indonesia. Terdapat empat jenis kuda yang dipelihara, yakni kuda padang mangateh, batak, agam, dan gayo. Dulu, peternakan kuda ini masih dikategorikan sebagai usaha kerakyatan.

Sumatra Barat yang pernah mendapat predikat peternakan kuda paling besar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara ini, tak lepas dari peran serta pemerintah dengan mengatur seperangkat kebijakan yang ikut mendukung keberadaannya.

Di era tersebut, pemerintah daerah mendapat bantuan presiden berupa kuda-kuda unggul. Tujuannya, kuda-kuda tersebut dapat dijadikan sebagai pejantan untuk betina-betina lokal. Sayangnya, karena biaya pemeliharaan dan perawatan yang mahal, membuat dinas pemerintah setempat menyerahkan kuda bantuan ke PORDASI Sumatra Barat.

Sekarang ini, kuda sudah menjadi barang mewah. Pemiliknya merupakan masyarakat berpendapatan tinggi. Mereka memiliki pengetahuan dan wawasan luas dalam perawatan dan pemeliharaan kuda. Mereka bahkan bisa mendatangkan kuda jantan unggul dari Australia.

Naiknya grade kuda, dari kuda untuk mengangkut barang dan transportasi menjadi kuda pacu, tidak menyentuh masyarakat berpendapatan rendah. Pengembangan kuda di masyarakat bawah juga mengalami banyak kendala, terutama dalam hal teknologi pengembangbiakan.

Biaya untuk mengawinkan kuda terbilang mahal. Pasalnya, kuda pejantan dan betina butuh waktu adaptasi untuk terjadi perkawinan. Belum lagi, persoalan potensi pasar yang masih belum beranjak dari pasar pengangkutan barang dan alat transportasi.

Agar wilayah Sumatra barat menjadi peternakan kuda terbesar di Indonesia lagi, memerlukan banyak dukungan baik dari tingkat masyarakat, terutama peternak lokal, pasar baru yang menjanjikan keuntungan tinggi, dan seperangkat kebijakan pemerintah yang mempermudah segala kepengurusan hewan berlari cepat ini.

Selanjutnya : Macam-macam Kaidah Hukum
Sebelumnya: Pemikiran Filsuf
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar