Kisah Polpot Sadis yang Mengerikan

Menelusuri kisah pembunuhan masal yang pernah terjadi di dunia ini tidak akan ada habisnya. Banyak kisah masa lalu yang memiliki sejarah kejam seputar aksi pembunuhan masal. Pembunuhan masal yang paling terkenal adalah masa Adolf Hitler yang membunuh jutaan bangsa Yahudi. Akan tetapi tahukah anda sebenarnya masih banyak pesistiwa serupa di belahan dunia lain yang mempunyai kisah bahkan lebih kejam dari masa Hitler. Di Kamboja sekitar tahun 1970an terjadi pembantaian yang sangat sadis dan brutal. Pembunuhan masal tersebut dilakukan oleh Khmer Merah yang dipimpin oleh Polpot. Gerakan ini bertujuan untuk membentuk masyarakat petani komunis namun malah mengakibatkan kematian sebanyak 25 persen penduduk Kamboja karena kelaparan, kerja paksa, dan pembunuhan. Perilaku Polpot sadis sekali ketika ia berkuasa.

Mengenal Kisah Hidup Polpot

Polpot adalah perdana menteri Kamboja yang membunuh sekitar 25 persen penduduk dengan cara mempekerjakan mereka secara paksa di ladang pertanian namun ia malah melakukan penyiksaan sampai pembunuhan masal. Target utama korban Polpot adalah golongan masyarakat intelektual seperti dokter dan guru. Mereka dianggap Polpot sebagai penghalang cita-citanya untuk mewujudkan kaum petani yang mencukupi kebutuhan sendiri. Golongan intelektual ini diinterogasi lalu disiksa secara sadis. Pada masanya, Kamboja benar-benar terisolasi dari pengaruh apapun. Kebudayaan barat, agama, kapitalisme dibuang sebagai upaya bentuk aktivitas komunisme petani.

Penduduk di kota-kota kamboja dievakuasi secara paksa. Bagi siapa yang menolak akan langsung dibunuh. Mereka dibawa ke pedesaan untuk menjadi tenaga kerja budak di ladang pertanian yang dikenal sebagai ladang pembunuhan. Sepanjang perjalanan ribuan penduduk yang meninggal merupakan pemandangan biasa. Mereka dibiarkan bekerja dari jam 4 pagi hingga 10 malam dengan hanya diperbolehkan dua waktu istirahat. Siapapun yang melakukan pelanggaran kecil akan dibunuh. Tidak hanya itu, Khmer Merah juga memaksa umat islam memakan daging babi dan akan menembak siapapun yang menolaknya.

Akhir tahun 1978 Vietnam melakukan invasi penuh untuk mengakhiri rezim Khmer. Awal tahun 1979 ketika Phnom Penh jatuh dan Polpot berhasil digulingkan. Polpot lantas mundur dengan membawa sisa-sisa pasukannya untuk perang gerilya. Karena masalah internal di Khmer Merah akhirnya ia berhasil ditangkap dan diadili pengadilan internasional. Polpot akhirnya meninggal pada tahun 1998 akibat serangan jantung. Dengan demikian berakhir pula kisah Polpot sadis yang mengerikan. Semoga zaman sekarang tidak ada lagi pembunuhan masal serupa.

Selanjutnya : Bakteri Vibrio Cholerae, Bakteri Penyebab Kolera
Sebelumnya: Merk Laptop dengan Layanan Purna Jual Tinggi
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

//adsnya disini