Pro dan Kontra Pernikahan Dini


Pernikahan dini adalah sebuah pernikahan yang dilkukan pada saat seseorang berusia dibawah batas minimal untuk sebuah pernikahan, atau minimal 19 tahun untuk laki-lai dan 16 tahun untuk wanita.

Pernikahan pada usia yang masih sangat muda sejatinya telah biasa terjadi dikalangan masyarakt kita sejak jaman dahulu kala. Namun ketika globalisasi datang, pandangan masyarakat ini mulai berubah, mereka cenderung menolak atau bahkan menabukan seseorang terutama wanita menikah pada usia yang masih sangat belia.

Anggapan ini diperkuat dengan adanya pendapat para ahli kesehatan yng mengatkana bahwa seseorang wanita yang menikah pada usia yang sangat belia terutama belasan tahun memiliki resiko untuk terganggunya kesehatan reproduksi, kemungkinan untuk melahirkan prematur, serta kemungkinan melahirkan bayi yang memiliki cacat bawaan.

Selain itu banyak orang berpendapat ketika seorang wanita melakukan pernikahan pada usia dini, maka kesempatan baginya untuk menempuh pendidikan lebih tinggi serta mendapatkan kebebasan akan hilang.

Pendapat ini juga diperkuat dengan anggapan bahwa anak pada usia awal 20-an saat ini masih jarang yang memiliki kedewasaan pemikiran dan mental dlam menghadapi pernikahan. Terutama dalam hal tanggung jawab nafkah serta pendidikan anak.

Berbeda dengan kelompok yang masih pro dengan pernikan dengan usia dini. Mereka menganggap bahawa pernikahan dapat menjadi salah satu solusi alternative bagi remaja untuk menghindari seks bebas, pergaulan bebas, serta hubungan seks pra-nikah. Terlebih pada beberapa agama, hubungan sebelum nikah atau pacaran masih dianggap sebagai hal tabu dan dapat di masukkan dalam golongan zina.

Para ahli pendukung kelompok pro pernikahan usia dini juga berpendapat bahwa pernikahan akan membawa kematangan emois bagi si pelaku pernikahan, hasilnya pasangan tersebut malah akan mendapat kematangan emosi sedini mungkin. Sehingga memiliki potensi kreativitas yang lebih maksimal.

Apapun pendapat seseorang akan pernikahan pada usia dini, satu hal yang perlu dicatat adalah pernikahan haruslah dilandasi oleh rasa saling percaya, menghormati serta mencintai.

Untuk itu persiapan baik fisik maupun mental harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Jika memanglah mampu, namun keinginan untuk menikah sudah tidak dapat ditahan, mungkin dapat dicoba nasehat para ulama untuk memperbanyak puasa dan berolahraga.

Demikian artikel tentang pro dan kontra pernikahan dini, semoga dapat diambil manfaatnya.

Selanjutnya : Alasan Membuat Lokalisasi
Sebelumnya: Bagaimana Cara Bikin Aquarium Kecil?
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar