Pro dan Kontra UN di Indonesia


Pro dan kontra UN di Indonesia memang bukan sesuatu wacana yang baru. Sikap mendukung dan menentang dari orang-orang tertentu memang sudah dimulai sejak UN pertama kali dimunculkan. Terlebih lagi UN ini merupakan program wajib satu-satunya untuk meluluskan seorang siswa.

Timbullah beberapa pendapat ahli yang saling berseberangan tentang keberadaan UN sendiri, apakah efektif untuk mengukur kemampuan sebagai alat pengukur kelulusan siswa, atau UN sendiri hanyalah seremonial belaka untuk menunjukkan bahwa pembesar pendidikan di negeri ini peduli terhadap pendidikan.

Menurut pencetus dan penggagas UN sendiri bahwa kebutuhan siswa untuk mendapatkan kesamaan soal senasional untuk pemetaan pendidikan yang ada di Indonesia adalah sangat perlu walaupun dengan menghabiskan dana triliunan sekalipun dalam setiap tahun UN yang diadakan.

Menurut mereka harus ada peningkatan kualitas siswa setiap tahunnya. UN pun mengalami variasi nilai kelulusan mulai dari nilai yang rendah, yakni 4,0 pada masa awal kemunculannya hingga sekarang mencapai nilai 6. Semua ini dilakukan agar kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia tidak tertinggal dari negara lainnya khususnya dan Asia Tenggara pada umumnya, di mana malaysia juga telah menerapkan sistem UN ini sebelumnya.

Berbeda dengan penggagas UN dengan pendapatnya yang tersebut di atas. Ada beberapa ahli yang melihat justru UN tidak lebih hanya sekedar akal-akalan pemerintah sekedar untuk memperlihatkan kepedulian padahal sebaliknya tidak demikian. Terbukti semakin buruknya kinerja badan-badan  yang menangani UN setiap tahunnya.

Terakhir kemarin, tahun 2013 UN sangat amburadul, di mana bisanya UN dilaksanakan serentak pada jenjang pendidikan yang sederajat, menjadi UN yang terselenggara masing-masing daerah. Alasannya adalah alasan klasik yang menunjukkan ketidakprofesionalan panitia UN sendiri, yakni terlambatnya mencetak soal-soal UN, sehingga soal pun terlambat di distribusikan ke daerah-daerah. Padahal anggaran yang harus dikeluarkan triliunan rupiah. Bukankah ini pemborosan tanpa hasil?

UN juga sarat dengan kepentingan segelintir orang dengan proyek sebesar demikian, sehingga mengindikasikan korupsi terselubung. Hal ini terlihat dari kualitas kertas yang tidak layak yang tidak sesuai dengan anggaran.

Inilah pro dan kontra UN di Indonesia. Silahkan saja pemerintah berdalih dengan alasan yang logis, yang jelas fakta di lapangan,banyak menunjukkan ketidakefektifan UN sebagai tolok ukur kemampuan siswa.

Selanjutnya : Obat Jerawat dari Daun Pegagan yang Alami
Sebelumnya: Zat Kandungan Tomat Ceri
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar