Sejarah Proklamasi Indonesia


Sejarah proklamasi Indonesia diawali dengan jatuhnya bom atom di Hiroshima, Jepang pada tanggal 6 Agustus 1945 oleh Amerika Serikat dan diakhiri dengan pernyataan Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta tentang kemerdekaan Indonesia.

Takluknya Jepang oleh Sekutu

Hancurnya Hiroshima menurunkan semangat tempur para tentara Jepang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Setelah mendengar kabar pengeboman tersebut, Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) langsung mengubah nama menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) demi menegaskan keinginan Bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan.

Pengeboman pertama tersebut kemudian disusul dengan pengeboman kedua pada tanggal 9 Agustus 1945 di Nagasaki. Pengeboman kedua di Nagasaki membuat Jepang menyerah pada Amerika Serikat dan sekutunya.

Setelah pengeboman, Soekarno dan Hatta selaku ketua PPKI serta Radjiman Wedyodiningrat selaku mantan ketua BPUPKI diterbangkan ke Dalat, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Di Dalat, Marsekal Terauchi menyampaikan pada ketiga tokoh tadi bahwa Jepang telah kalah dan akan menyerah pada Amerika Serikat.

Dengan begitu, Jepang berencana untuk menyerahkan kemerdekaan kepada Indonesia. Marsekal Terauchi berjanji akan menyerahkan kemerdekaan kepada Indonesia pada tanggal 24 Agustus 1945.

Perjalanan Panjang Dua Proklamator

Sementara itu, di Indonesia, pada tanggal 10 Agustus 1945 Sutan Syahrir mendengar berita menyerahnya Jepang kepada Amerika Serikat lewat radio. Para pejuang bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dan menolak kemerdekaan yang akan diberikan oleh Jepang.

Pada tanggal 14 Agustus 1945, ketiga tokoh yang dipanggil ke Dalat kembali ke Indonesia. Sutan Syahrir langsung menemui mereka dan menuntut agar kemerdekaan Indonesia segera diproklamasikan. Namun, Soekarno belum yakin Jepang telah sepenuhnya menyerah dan beranggapan jika Indonesia terlalu cepat memproklamasikan kemerdekaannya akan terjadi pertumpahan darah besar.

Soekarno mengadakan rapat pada tanggal 16 Agustus 1945 untuk membahas proklamasi kemerdekaan Indonesia. Namun, pada tanggal dan jam yang telah ditentukan, Soekarno dan Hatta tidak kunjung datang ke tempat rapat. Peserta rapat yang lain tidak tahu bahwa Soekarno dan Hatta telah dibawa ke Rengasdengklok oleh golongan pemuda. Peristiwa tersebut dikenal dengan Peristiwa Rengasdengklok.

Pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945, di Rengasdengklok, golongan pemuda kembali meyakinkan bahwa Jepang telah benar-benar menyerah dan pejuang Indonesia telah siap melawan Jepang, apapun resikonya.  Di Jakarta, Wikana selaku wakil dari golongan muda berunding dengan Mr. Ahmad Soebardjo dan Mr. Ahmad Soebardjo menyetujui untuk melakukan proklamasi di Jakarta. Kemudian, Yusuf Kunto diutus pergi ke Rengasdengklok untuk menjemput Soekarno dan Hatta.

Malam itu Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta dan langsung menemui Mayor Jenderal Moichiro Yamamoto dengan diantar Laksamana Maeda. Namun, akhirnya Mayor Jenderal Otoshi Nishimuralah yang menemui kedua tokoh tersebut. Nishimura menjelaskan bahwa Jepang diperintahkan untuk tidak memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan mempertahankan status quo di Indonesia oleh sekutu.

Karena kecewa dengan keputusan Jepang tersebut, Soekarno dan Hatta menuju rumah Laksamana Maeda. Di sana, Soekarno, Hatta, dan Ahmad Seobardjo mulai menyusun teks proklamasi kemerdekaan Indonesia, dengan disaksikan oleh Soekarni, B.M. Diah, Sudiro, dan Sayuti Melik. Setelah konsep teks selesai disepakati, Sayuti Melik kemudian mengetik teks proklamasi tersebut.

Pada awalnya, pembacaan proklamasi kemerdekaan akan dilakukan di Lapangan Ikada. Namun, karena alasan keamanan, pembacaan proklamasi diputuskan akan dilakukan di kediaman Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur no.56. Keesokan harinya, pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 Soekarno membacakan proklamasi kemerdekaan Indonesia, disusul oleh pidato singkat tanpa teks, dan pengibaran bendera merah putih yang dijahit oleh Fatmawati.

Demikian tulisan singkat tentang sejarah proklamasi Indonesia. Semoga bisa menambah informasi anda mengenai sejarah Indonesia.

Selanjutnya : Ucapan Selamat Malam Kepada Sahabat:: Tips Agar Persahabatan Tetap Langgeng
Sebelumnya: Bentuk Tangga Tanpa Bordes
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar