Tips Marketing Properti Perumahan


Menjual properti perumahan tidak seperti menjual barang. Meskipun sama-sama benda yang tak bergerak seperti halnya barang elektronik, tetapi properti untuk perumahan jauh lebih serius lagi. Kebanyakan harganya akan lebih serius daripada sebuah televisi misalnya. Kegunaannya pun akan sangat berbeda dengan benda lainnya. Oleh karena keseriusannya, menjual properti untuk perumahan tidak bisa sembarangan. Marketing tidak bisa hanya mengandalkan informasi properti dengan tawaran yang menggiurkan.

Pendekatan yang bisa dilakukan oleh bagian marketing oleh karena itu harus melampaui informasi mengenai properti. Dalam hal ini bagian marketing sangat perlu untuk mendekati secara personal para calon pembeli. Terutama ketika membidik calon pembeli, bagian marketing harus jeli.

Bayangkanlah jika kita menjual sebuah baju, kemudian konsumen membelinya. Jika ternyata mereka tidak puas, itu saja sudah sangat mengganggu. Tetapi di negeri ini jarang sekali hak konsumen diperhatikan. Mereka hanya bisa menelan rugi.

Tetapi bayangkanlah jika konsumen tersebut adalah konsumen properti untuk perumahan. Tak jarang bagian marketing menutupi “sebagian” informasi mengenai properti yang mereka tawarkan. Misalnya tentang sumber air yang sebenarnya tidak terlalu baik. Sehingga konsumen yang kadung membeli rumah tersebut luput dari perhatian.

Sebagai marketing yang baik, seharusnya Anda mulai memerhatikan properti untuk perumahan tertentu yang memang sudah layak huni benar-benar. Jangan sampai harus ada informasi yang disembunyikan dengan harapan konsumen tidak akan menyadarinya.
Menjadi marketing oleh karena itu bisa memulai pendekatan yang lebih personal. Kini sudah saatnya metode marketing lama ditinggalkan. Anda harus menggunakan hati ketika menawarkan properti perumahan kepada konsumen. Caranya bisa dengan mulai mencari tahu latar belakang calon pembeli.

Jadi, ketika mereka datang ke kantor dan mulai mencari-cari informasi yang properti yang ditawarkan, dekatilah mereka secara personal. Anda sangat mungkin untuk menanyakan idaman lingkungan rumah yang mereka punya. Atau Anda juga dapat menanyakan hal apa saja yang mereka tidak inginkan dari sebuah rumah.

Bertanya secara personal jauh lebih baik daripada kita terus menerus berkutat dengan fasilitas yang ditawarkan. Padahal mungkin calon pembeli belum tentu membutuhkan seluruh detail fasilitas yang ditawarkan kecuali mereka sudah meminta. Mendekati calon pembeli properti untuk perumahan juga harus sabar. Jangan sampai Anda terburu-buru dan membuat calon pembeli menjadi jengah dan merasa dipaksa. Sekali lagi pendekatan personal akan menjadi salah satu solusi menjadi marketing yang properti perumahan yang baik.

Selanjutnya : Mudahnya Membuka Aplikasi Facebook di Hape Cross S2
Sebelumnya: Aplikasi Buat Gambar Rumah Windows 7
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar