Proses Akulturasi Budaya di Indonesia


Sebuah proses penggabungan antara budaya lokal (tradisional) dengan budaya asing (modern) dinamakan proses akulturasi. Proses ini dilakukan agar kebudayaan asing bisa diterima dengan baik oleh masyarakat lokal. Karena budaya lokal tidak hilang sama sekali digantikan kebaradaan budaya asing.

Akulturasi itu sendiri terjadi karena adanya interaksi antara budaya asing dan budaya lokal. Budaya asing masuk pada sebagian masyarakat atau seluruh masyarakat di suatu wilayah. Interaksi  budaya juga terjadi ketika ada kelompok tertentu yang memasuki suatu wilayah.

Baik kelompok yang datang maupun masyarakat yang didatangi bisa melakukan interaksi budayanya masing-masing. Selain itu interaksi budaya juga terjadi ketika ada perbedaan budaya antara budaya modern dan budaya tradisional.

Akulturasi di Indonesia

Akulturasi yang terjadi di Indonesia terdiri dari beberapa  proses, di antaranya:

- Substitusi, berupa proses yang mengganti unsur budaya tradisional dengan unsur budaya modern yang lebih memudahkan masyarakat atau kelompok tertentu.  Misalnya dalam bidang pertanian, masyarakat tradisonal membajak sawah dengan tenaga kerbau atau sapi digantikan dengan tenaga mesin.

- Sinkretisme, merupakan proses yang mencampurkan budaya satu dengan budaya lainnya. Sinkretisme ini menghasilkan sebuah budaya baru.

- Adisi, dalam proses akulturasi ini masyarakata memadukan antara budaya tradisional dengan modern. Contohnya dalam bidang transportasi, di Medan dan sekitarnya masyarakat memadukan antara becak dan motor (bentor).

- Dekulturisasi, dalam proses ini budaya tradisional hilang dan digantikan dengan budaya modern.

- Originasi, berupa proses masuknya budaya modern yang benar-benar baru dan belum dikenal sebuah masyarakat yang menyebabkan perubahan tertentu dalam tatanan kehidupan masyarakat tersebut. Contohnya internet, yang masuk ke wilayah tertentu dan memberikan banyak hal baru bagi masyarakat.

-Rejeksi atau penolakan, dalam akulturasi ini masyarakat cenderung menolak masuknya budaya baru.

Dari beberapa contoh konkrit akulturasi budaya yang terjadi di Indonesia tersebut diatas, kita bisa menilai bahwa akulturasi budaya memberi pengaruh yang besar terhadap kehidupan bermasyarakat.

Proses akulturasi budaya  sangat bergantung pada masyarakat itu sendiri. Masyarakat yang terbuka cenderung lebih banyak menerima dan mengadaptasi masuknya budaya asing, sementara masyarakat yang tertutup (seperti beberapa suku tertentu di Indonesia) sama sekali tidak bisa menerima keberadaan budaya asing. Karena masyarakat yang demikian menganggap budaya asing akan merusak tatanan kehidupan mereka.

Selanjutnya : Proses Terbentuknya Jerawat Bernanah dan Pengobatannya
Sebelumnya: Memahami Prosedur Kredit Mobil Bekas di BCA
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar