Khitbah Proses Lamaran Menurut Islam dan Syaratnya

Yang dimaksud dengan khitbah adalah proses lamaran menurut Islam, yaitu meminang seorang wanita dari pihak laki-laki yang mau menjadikan sebagai calon istrinya. Proses ini bisa dilakukan secara langsung maupun melalui perantara. Jika lamaran ini mendapat jawaban ‘iya’, maka pihak wanita akan menjadi seorang makhthubah atau perempuan yang sudah dilamar secara resmi.

Jadi wanita tersebut sudah tidak diperbolehkan lagi untuk menerima pinangan dari laki-laki lain kecuali jika ada suatu kejadian yang membuat lamaran tersebut menjadi batal. Namun demikian, pasangan yang dilamar dan yang melamar tersebut tidak diperbolehkan saling berduaan karena  belum resmi menjadi suami istri yang sah.

Yang Perlu Diperhatikan Saat Mengajukan Lamaran

Seorang laki-laki yang ingin melamar wanita, harus memperhatikan beberapa perkara agar tidak menimbulkan kerugian diantara kedua belah pihak. Misalnya harus mengetahui wanita tersebut secara langsung.

Namun yang dimaksud dengan melihat ini bukan sekedar masalah fisiknya saja, melainkan juga sifat dan karakternya. Tujuannya agar bisa menyesuaikan diri jika terjadi perbedaan di kemudian hari khususnya setelah hidup dalam ikatan rumah tangga.

Saat mengajukan lamaran, harus bisa diyakinkan bahwa wanita tersebut belum dilamar oleh pria lain dan tidak terikat dengan pihak manapun juga. Namun apabila ternyata lamaran pertama telah dibatalkan, maka si pria tersebut tetap diperbolehkan untuk melamar.

Sebagaimana diketahui, Islam itu merupakan ajaran agama yang sangat menjunjung tinggi harkat dan martabat perempuan. Bahkan saat mendapat lamaran seorang pria yang dirasanya tidak pas atau cocok, mereka punya hak untuk menolaknya. Selain itu perempuan juga boleh memikirkan lamaran itu lebih dulu, sebelum membuat keputusan.

Sehingga pihak laki-laki tidak boleh memaksakan kehendaknya ketika lamarannya sudah ditolak. Lebih bagus berusaha mencari calon istri yang lain dan menganggap jika wanita tersebut bukan merupakan jodohnya. Selain itu pria juga dilarang melamar seorang wanita yang sedang memasuki masa iddah, yaitu perempuan yang ditinggal suaminya karena diceraikan atau suaminya tersebut meninggal dunia.

Syarat Mengajukan Lamaran

Khitbah atau proses lamaran menurut Islam harus memenuhi dua syarat utama dan yang pertama adalah syarat mustahsinah. Yang dimaksud dengan syarat mustahsinah yaitu syarat yang berisi anjuran pada pria yang mau melamar wanita.

Misalnya pihak wanita yang mau dilamar harus punya kedudukan yang sama, baik dalam urusan sosial, ekonomi dan sebagainya. Selain itu perempuan yang mau dijadikan istri harus diutamakan yang punya sifat kasih sayang serta dapat menghasilkan keturunan yang baik sesuai anjuran dari Rasulullah SAW.

Syarat kedua dinamakan syarat lazimah, yaitu syarat yang hukumnya wajib dipenuhi saat khitbah dilaksanakan. Misalnya perempuan tersebut menyandang status bebas yang artinya tidak sedang terikat dengan pria lain atau belum pernah ada lamaran yang diterima dan disetujui.

Dan yang tak boleh dilupakan, proses lamaran menurut Islam harus merupakan perempuan yang bukan muhrimnya. Pria tidak diperbolehkan melamar wanita yang berstatus sebagai muhrimnya sendiri. Misalnya adik atau kakak kandung, ibunya sendiri dan sebagainya.

Loading...
Selanjutnya : Mempelajari Proses Mens pada Wanita
Sebelumnya: Reaksi Antara Air dan Gamping
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar