Proses Metamorfosis Kodok


Kodok dan katak merupakan hewan amfibia dengan banyak persamaan dalam bentuk fisik, cara hidup dan berkembang biak. Beberapa persamaannya adalah memiliki tubuh yang pendek, gempal atau kurus, memiliki punggung yang agak bungkuk dengan empat kaki serta tidak memiliki ekor. Perbedaannya adalah kodok memiliki kulit yang lembab, halus, lembab, dan kaki belakang yang panjang. Berbeda dengan katak yang memiliki kulit kasar dengan binti, kering, dan kaki belakang yang pendek hingga tidak dapat melompat dengan jauh.

Proses metamorfosis kodok mirip dengan katak. Berawal dari musim kawin mereka yang terjadi pada waktu tertentu, seperti ketika menjelang hujan atau bulan mati, kemudian para kodok jantan akan berbunyi memanggil para betina. Bahkan beberapa jenis kodok, seperti kodok tegalan dan kintel lekat akan membentuk ‘grup vokal’.  Para kodok jantan ini akan berkumpul dengan kelompokny dan saling mengeluarkan bunyi bersahutan. Suara kodok tersebut dihasilkan oleh kantung suara yang berada pada sekitar leher. Ketika berbunyi kantong suara ini akan menggembung.

Proses pembuahan pun dilakukan di luar tubuh dengan cara sang jantan melekat di atas punggung sang  betina, sambil memeluk erat ketiak si betina dari belakang. Ini dilakukan di air sambil berenang. Kaki belakang sang jantan akan memijat perut dari sang betina untuk merangsang keluarnya telur. Secara bersamaan,sang jantan melepaskan spermanya ke air, agar dapat membuahi telur-telur yang dikeluarkan oleh sang betina.

Dalam proses metamorfosis kodok, telur yang telah dibuahi ini akan menetas setelah 10 hari dan menghasilkan berudu. Setelah du hari hidup di air, sebagai alat pernapasan, berudu akan memiliki insang luar yang berbulu. Insang ini akan tertutup kulit setelah tiga minggu. Kaki berudu akan terbentuk dan membesar  menjelang usia delapan minggu. Kaki depan akan terbentuk di usia dua belas minggu, dan ingsang sudah tidak lagi berfungsi karena paru-paru telah terbentuk. Ekornyapun menjadi pendek dan bentuk muka akan lebih jelas. Beriring dengan kedewasaannya, maka pertumbuhan anggota badan anak kodok ini akan sempurna. Ia pun akan berkembang biak.

Selanjutnya : Prospek Lulusan Akmil
Sebelumnya: Propinsi Terpadat di Indonesia
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar