Proses Terjadinya Gunung Slamet Meletus


Gunung Slamet merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah. Tingginya mencapai 3.428 meter di atas permukaan laut. Dengan ukuran setinggi itu, gunung ini menjadi gunung yang tertinggi di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru. Gunung ini berada di daerah perbatasan antara Kabupaten Brebes, Purbalingga, Banyumas, Tegal, dan Pemalang. Banyak kabar yang terdengar seputar gunung ini. Salah satunya adalah kabar jika Gunung Slamet meletus.

Gunung Slamet mempunyai empat kawah yang masih aktif. Gunung ini sendiri bisa didaki lewat Bambangan, Karangreja, dan  Purbalingga. Jalur lainnya adalah bisa lewat Baturaden, Desa Gambuhan, Desa Gunungsari, atau Desa Jurangmangu di Pemalang. Karena lokasinya yang jauh, pendaki sangat disarankan untuk membawa air yang cukup selama pendakian. Selain itu, berhati-hatilah dengan kabut yang biasanya cukup tebal di jalur pendakian. Usahakan untuk selalu waspada agar Anda selamat sampai puncak.

Slamet sendiri memang diambil dari kata “selamat”. Gunung berapi ini terhitung sangat jarang meletus. Bahkan, saat Pulau Jawa mulai dipadati manusia, gunung ini belum pernah meletus sama sekali. Bisa dibilang gunung ini selalu memberikan keselamatan bagi masyarakat sekitar.

Kabar jika gunung ini meletus memang tidak main-main. Jika gunung ini meletus, konon letusannya bisa menyebabkan Pulau Jawa terbelah menjadi dua bagian. Mungkin letusannya bisa dibandingkan dengan letusan di Gunung Toba atau paling tidak Gunung Krakatau. Bisa dipastikan sangat banyak korban jiwa yang berjatuhan jika sampai Pulau Jawa terbelah. Apalagi jika melihat padatnya populasi di pulau ini.

Letusan ini jelas akan sangat menyeramkan jika benar-benar terjadi. Mungkin bisa dipastikan wilayah Pulau Jawa tidak akan aman ditempati selama beberapa saat. Lalu, bagaimana merelokasi ratusan juta penduduk di dalamnya? Bisa dibayangkan juga dampak yang bisa terjadi bagi Indonesia, bahkan dunia.

Sebagai perbandingan, letusan Gunung Krakatau saja sampai membuat perubahan iklim di beberapa bagian di dunia. Melihat dahsyatnya dampak ledakan ini, maka kita boleh selalu berharap agar gunung ini tetap “slamet” sampai waktu yang sangat lama.

Selanjutnya : Ceramah Mengenai Kepribadian Anak-anak
Sebelumnya: Banyuwangi, Daerah Penghasil Pisang Kepok di Jawa Timur
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar