Puisi Balada Terbunuhnya Atmo Karpo Karya W.S. Rendra


Para penggemar sastra, terutama puisi dan sajak, pasti mengenal sosok W.S. Rendra. Sastrawan hebat yang dijuluki “Burung Merak” ini memang selalu melahirkan tulisan yang berkualitas. Sosok serba bisa ini tak hanya terkenal di dalam negeri saja, karya-karya W.S. Rendra melanglang buana hingga ke luar negeri. Banyak karyanya yang diterjemahkan ke dalam bahasa asing, di antaranya ke dalam bahasa Inggris, Jerman, Jepang, India, dan Belanda. Dalam puisi Balada Terbunuhnya Atmo Karpo Karya W.S. Rendra, dituliskan tentang kisah seorang perampok yang bernama Atmo Karpo. Perampok ini sedang diburu oleh semua warga. Malangnya, malam itu bulan sedang purnama seperti yang ditulis Rendra – Bulan berkhianat gosok-gosokkan tubuhnya di pucuk-pucuk para - sehingga Atmo Karpo tak bisa bersembunyi di balik malam yang pekat.

Salah Satu Balada Terbaik

Bagi para pecinta karya sastra si Burung Merak ini, puisi Balada Terbunuhnya Atmo Karpo karya W.S. Rendra ini dianggap sebagai salah satu karya puisi balada terbaik. Guratan dan coretan tulisan Rendra dalam puisi tersebut bisa membuat para pembacanya seakan mengikuti “perjuangan” Atmo Karpo lari dari serbuan warga.

Keberanian Atmo Karpo bisa dirasakan oleh pembaca saat Rendra menuliskan seakan Atmo Karpo hanya bisa Mengutuki bulan betina dan nasibnya yang malang. Tetapi, Atmo Karpo tak diam menyerah begitu saja. Dengan gagah berani ia menghadapi semua orang yang ingin menangkapnya. Alhasil pertumpahan darah pun terjadi. Satu persatu para pengejar rubuh ditebas oleh Atmo Karpo

Kehebatan Atmo Karpo terlukis oleh Rendra dalam baris “Nyawamu barang pasar, hai orang-orang bebal! Tombakmu pucuk daun dan matiku jauh orang papa. Majulah Joko Pandan! Di mana ia? Majulah ia kerna padanya seorang kukandung dosa.” Rendra semakin membuat para pembaca merinding saat menuliskan banyak anak panah yang menyerang Atmo Karpo. Anak panah empat arah dan musuh tiga, Atmo Karpo tegak, luka tujuh liang. Bedah perutnya tapi masih setan ia. Atmo Karpo dikisahkan tetap memacu kudanya menyeibak malam dengan kekuatan yang masih ada.

Sastra yang Menggugah

Sebuah karya sastra yang baik adalah karya sastra yang mampu menggugah pembacanya, memberikan makna pada pembaca, membawa imajinasi bagi pembacanya, dan tentu saja nilai keindahan yang terasa. Itu juga tercermin dari puisi Balada Terbunuhnya Atmo Karpo karya W.S. Rendra.

balada puisi_bimbingan.com

Selanjutnya : Pusat Bahan-bahan Jilbab di Bogor Pilihan Belanja
Sebelumnya: Politik Indonesia pada Masa Demokrasi Terpimpin
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar