Puisi dan Nama Penciptanya


Puisi dan nama penciptanya yang tetap dikenang banyak orang, tentunya puisi yang menyentuh hati dan banyak dibicarakan orang. Hampir semua orang bisa membuat puisi dan memberi judul pada puisinya. Tetapi apakah semua puisi itu lalu dikenang orang lain? Tidak semuanya seperti itu.

Beberapa Puisi yang Dikenang

W.S. Rendra adalah salah satu penyair yang puisi panjangnya dikenang banyak orang lain. Puisi yang berisi ‘hantaman’ pada para penguasa itu dianggap sangat berani pada masa pembuatannya. Di antaranya adalah Sajak Sebatang Lisong. Sang penyair yang sepertinya merasa tidak cukup bila hanya menggoreskan kalimat pendek dalam puisinya ini, lebih senang bermanja pada bait-bait panjang.

Bait-bait yang berkisah bagaikan cerita pendek yang mulai dari awal, tengah pada konflik hingg aakhir pada penutup. Berbeda dengan Khalil Gibran yang lebih memberikan kalimat penuh ‘serangan’ pada otak sehingga akan diingat sebagai satu kalimat gugah.

Lihatlah ketika Sang Nabi berpuisi tentang cinta. Banyak yang terhuyung-huyung berusaha menangkap cinta yang diungkapkan oleh laki-laki dari Libanon ini. Kisah cinta yang mungkin berasal dari kisah hidupnya ini seolah membenamkan asa orang yang membacanya.

‘Sayap-Sayap Patah’ sebuah puisi karya sang penyair yang membuat para pecinta akan surut ke belakang dan merelakan kasih yang tak sampai. Pedih, sakit, tertekan, tak enak makan, semuanya tergambar dalam puisi itu. Mungkin itu adalah intepretasi yang berlebihan. Tetapi itulah gambaran patah harapan pada mimpi yang tertahan tsunami.

Taufik Ismail pun mempunyai selera berpuisi yang cukup bagus hingga beberapa puisinya dibuat lagi. Bimbo pun menyanyikan syair-syair ciptaan Taufik Ismail. Laki-laki yang masih aktif membaca puisi ini sepertinya tidak jauh berbeda dengan Rendra. Ia seakan tak ingin goresan tangannya singkat saja pada sebuah puisi. Bait yang panjang itu menjadi untaian kisah yang cantik. Bacalah kumpulan puisinya yang berjudul ‘Sajak Ladang Jagung’.

Dalam Kisah, Dalam Makna

Puisi itu biasanya terlahir dalam proses pematangan berpikir sang penyair. Bagaimana seorang Chairil Anwar yang mempunyai kehidupan cukup liar, bisa menulis sebuah puisi dengan judul ‘Doa’. Ia yang tahu bahwa hidupnya tidak lama mengingat penyakit yang dideritanya, sampai pada titik pengharapan hanya kepada Sang Pencipta. Tidak bisa dipungkiri bahwa puisi dan nama penciptanya itu adalah buah dari proses kehidupan.

Selanjutnya : Mencari Puisi Ibu Singkat dan Jelas
Sebelumnya: Bahasa yang Digunakan di Hong Kong
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar