Puisi Ibu Dalam Bahasa Jawa


Puisi bertemakan tentang ibu banyak dicipta. Begitupun puisi ibu dalam bahasa Jawa banyak dikarang oleh para penulis. Wajar saja, sosok ibu yang mengandung selama sembilan bulan di manapun akan selalu menginspirasi. Ibu senantiasa tulus merawat dan mendidik anak hingga dewasa. Jadi jasa dan pengorbanan ibu tak akan ada batasnya.

Definisi Geguritan

Puisi dalam bahasa Jawa disebut geguritan. Di dalam kamus bahasa Bali, asal kata geguritan adalah gurit. Artinya gubah, sadur atau karang. Sementara dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia geguritan dijelaskan asal katanya gurit. Artinya syair atau sajak. Sedangkan dalam Kamus Kawi Indonesia gurit diartikan goresan atau dituliskan.

Dari uraian tersebut, bisa disimpulkan geguritan adalah ciptaan sastra berbentuk syair yang biasanya dilagukan dengan tembang (pupuh) yang sangat merdu.

Orang Jawa suka menulis tembung-tembung yang indah secara berulang-ulang. Geguritan sebenarnya merupakan sastra kuno bercirikan sastra lama atau sastra klasik dengan sifat anonim. Zaman dahulu, penulis sastra jawa klasik enggan menonjolkan jati dirinya. Oleh karena itu, karya sastra tempo lalu dianggap sebagai milik bersama.

Ciri yang menonjol dalam geguritan adalah terdapat pupuh-pupuh yang menjadikan geguritan tersebut. Untuk itu, membaca geguritan tidak sama dengan cara membaca karya sastra prosa. Geguritan sebaiknya dinikmati dengan melagukan supaya nikmatnya makin terasa.

Contoh Puisi Bahasa Jawa

Mari kita simak puisi tentang ibu dalam bahasa Jawa karya Mulyanto S.Pd. berikut ini.

PANGGADANGE  SIMBOK

Sineksen pleteking bagaskara tabuh sapta
Eee… siponang mijil kakung kang kadomo-domo
Nandakake sih katresnane wongtuane
Ing ari dasa kapangku wulan kapingtri
Nuwuh ing warsa sewu sangangatus sewidak enem

Kekudangane…siponang.. kekudangane
Lamun anaing rejane jaman siponang…
Ing samadyaning lakumu mugi tansah
Winengku mring katresnan ing sesami
Obahing lathi laku lampah gawa berkah
Nindakake panggadange simbok…Siponang dadyo

Mulya linambaran raos bekti
Uga tan kendat dedepe mring Gusti
Labuh labet bekti sesami
Yekti nuwuhke satria Nagari
Andum ngilmu nata budi
Nindakake prasetya tamtomoning praja
Tumujuning jagad sesrawungan
Obahing kekarepan lan gegayuhaning atmaja siswa

Geguritan atau puisi ibu dalam bahasa Jawa di atas mengetengahkan harapan ibu kepada anaknya saat dewasa kelak dengan cara memberikan nama yang baik.

Sang ibu berharap anaknya bisa diterima oleh masyarakat. Sianak diharapkan dapat menjadi seorang guru yang mampu membentuk generasi penerus taat terhadap negara.

Selanjutnya : Nama Ilmiah Tumbuhan Dikotil
Sebelumnya: Nama Latin Pohon Markisa dan Beragam Manfaatnya
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar