Puisi Ibu Karya Chairil Anwar


Nama Chairil Anwar memang sudah tidak asing lagi bagi setiap orang yang bergelut dalam dunia sastra. Karyanya yang banyak terpampang lebar di lembar-lembar buku sekolah dan berbagai karya sastra membuat dia begitu dikenal. Salah satu yang juga cukup terkenal adalah puisi Ibu karya Chairil Anwar.

Di dalam puisi Ibu yang dibuat oleh Chairil Anwar ini memang menggambarkan bagaimana sosok seorang ibu dalam kehidupan kita. Sosok tegar seorang wanita yang akan selalu senantiasa mendampingi kita sebagai anaknya, baik di kala suka maupun duka.

Tiada orang yang begitu perhatian di dunia ini selain ibu. Dalam kondisi yang bagaimanapun kita, sosok seorang ibu selalu hadir untuk membimbing kita hingga menuju sebuah jalan yang dipenuhi oleh cahaya terang dan berlimpahan dengan kesuksesan.Dalam bait pertama puisi ibu karya dari Chairil Anwar, kita bisa melihat bagaimana ketegaran seorang ibu dalam mendidik anaknya. Tidak segan seorang ibu untuk menegur ataupun memarahi anaknya karena semua itu bukanlah sebuah lampiasan emosi belaka, namun hal tersebut dilakukan semata-mata demi kebaikan anak tercinta.

Tidak ada orang yang mencintai tega untuk menyakiti orang yang dicintainya. Anak adalah harta yang begitu berharga bagi seorang ibu sekaligus sebagai buah hati yang sangat dicintainya. Meskipun demikian, ibu rela mengorbankan sakit yang dirasakan ketika menegur ataupun memarahi anak demi kebaikan anak tersebut.

Tidak jarang pula kita melihat seorang ibu yang memberikan pengarahan dengan cara meminta bantuan dari anaknya. Anak diminta untuk merapikan mainan kembali setelah selesai bermain. Tidak jarang pula kita melihat seorang ibu meminta anaknya untuk turut membantu berjualan, meskipun hanya sekedar duduk santai saja.

Semua itu dilakukan oleh seorang ibu demi kebaikan anak mereka. Seorang anak yang diminta untuk membantu berjualan ataupun membereskan mainan sendiri agar anak memiliki sebuah rasa tanggung jawab dan jiwa mandiri yang besar. Dengan demikian, kelak ketika ibu sudah tidak ada, maka mereka dapat berdiri di kaki sendiri.

Melihat hal tersebut, maka ibu tidak akan pernah merasakan khawatir yang terlalu dalam ketika hendak pergi meninggalkan anaknya untuk selama-lamanya. Paling tidak, inilah sedikit gambaran yang terdapat dalam puisi Ibu karya Chairil Anwar dalam bait pertamanya sebagai bahan perenungan kita bersama. Sudahkah kita berbakti pada ibu hari ini?

Selanjutnya : Puisi Pendek Jangan Menghindari Aku Kasih
Sebelumnya: Contoh Surat Keputusan Cerai
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar