Puisi Karya Taufik Ismail yang Menyentuh Hati


Membaca puisi karya Taufik Ismail bisa membuat hati menjadi tersentuh oleh pemilihan kata yang tepat dan mengena. Ia sangat populer namanya di kalangan pecinta sastra tanah air. Tak hanya berprestasi di dalam negeri, karya Taufik Ismail ternyata pun dihargai di luar negri. Terbukti dari penghargaan bertaraf internasional yang telah ia boyong.

Beliau pun pernah menyabet beasiswa pendidikan seni di Amerika tahun 1956-1957,  karena kecemerlangan karya yang telah beliau torehkan dalam beberapa buku kumpulan puisinya. Tentu hanya hitungan jari seniman yang dapat melakukan hal tersebut di tanah air ini. Dan Taufik Ismail berhasil menjadi salah satunya.

Tak hanya puisi saja sebenarnya yang bisa ia hasilkan. Melainkan essai sastra, cerpen, terjemahan sastra luar negeri, dan berbagai aktifitas sastra lainnya. Beliau yang lahir pada 25 Juni 1935 ini termasuk dalam jajaran sastrawan produktif tanah air, walau usianya sudah cukup lanjut. Belakangan Taufik Ismail pun turut dalam musikalisasi puisi, bahkan membuat beberapa buah lagu yang tentunya berisi syair yang penuh makna menyentuh.

Di antara puisi yang menyentuh hati karya beliau adalah yang berjudul Karangan Bunga. Puisi tersebut pendek saja, hanya berisi 8 baris kalimat pendek-pendek, namun memiliki makna mendalam atas sebuah peristiwa yang terjadi di balik pembuatan puisi itu. Ada beberapa simbol yang dipakai oleh Taufik Ismail untuk menyindir dan mengungkapkan keprihatinan.

Peristiwa demonstrasi yang berlangsung di 1966 saat mahasiswa UI Salemba menentang dominasi Orde Lama, disambut dengan beberapa penembakan yang membawa korban di pihak mahasiswa. Itu yang melatarbelakangi puisi Karangan Bunga itu dibuat.

Selain berupa kritik terhadap penguasa zalim, atau kritik sosial, belakangan Taufik Ismail pun kerap membuat puisi dengan nuansa religius. Salah satu contoh puisi religius yang menyentuh hati karyanya adalah Nasehat-Nasehat Kecil Orang Tua Pada Anaknya Berangkat Dewasa. Pada puisi tersebut Taufik menuliskan nasihat orangtua yang selayaknya diberikan pada sang anak. Yaitu menyampaikan kebenaran, menumpas kezaliman, mengagungkan Rasul dan Tuhan, serta harapan syahid di jalan Ilahi.

Puisi karya Taufik Ismail layak sekali jadi acuan bagi penyair pemula dan mereka yang berminat mendalami bidang seni sastra. Sebab tak hanya melatih kepekaan dengan tema sosial, politik, keindahan, dan cinta, namun juga religi dan sangat menyentuh hati.

Selanjutnya : Mengapa Ilmu Sosial Sulit Dipelajari?
Sebelumnya: Perhitungan Energi dan Daya Listrik Berdasarkan Hukum Ohm
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar