Biografi Singkat dan Puisi Pahlawan Cut Nyak Dien


Tentu kita sudah tidak asing lagi dengan nama Cut Nyak Dien. Ya, beliau adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia. Beliau adalah wanita kelahiran Aceh yang lahir tahun 1850. Pada usia 12 tahun ia menikah dengan Teuku Cik Ibrahim Lamnga. Tetapi sang suami meninggal dunia tahun 1878 pada suatu pertempuran melawan Belanda di Gletarum. Banyak sekali terdapat puisi pahlawan Cut Nyak Dien.

Setelah itu Cut Nyak Dien menikah kembali dengan Teuku Umar tahun 1880. Teuku Umar adalah seorang pejuang aceh yang disegani oleh Belanda. Teuku Umar membantu Istrinya untuk melawan Belanda dengan berpura-pura bekerjasama dengan Belanda untuk mendapat senjata. Setelah ketahuan, Teuku Umar bergabung kembali dengan Cut Nyak Dien melawan Belanda. Namun lagi-lagi Cut Nyak Dien harus kehilangan suaminya dalam pertempuran melawan Belanda. Teuku Umar gugur dalam pertempuran di Meulaboh.

Kematian Teuku Umar, tidak memadamkan semangat Cut Nyak Dien untuk melawan Belanda. Beliau bersama dengan pasukannya terus melawan Belanda dengan bergerilya. Tetapi seiring berjalannya waktu Cut Nyak Dien mulai sakit-sakitan. Beliau menderita encok dan matanya menjadi rabun. Melihat kondisi yang seperti ini, anak buahnya merasa kasihan. Para pengawal Cut Nyak Dien membuat perjanjian dengan Belanda untuk menangkap Cut Nyak Dien dengan syarat beliau harus diperlakukan secara terhormat, bukan sebagai penjahat perang.

Walaupun beliau telah menjadi tawanan, para simpatisan dan anak buah yang setia padanya masih sering mengunjungi beliau. Karena seringnya kunjungan ini Belanda merasa curiga dan mengasingkan Cut Nyak Dien ke Sumedang, Jawa Barat. Disanalah beliau wafat.

Pada makam Cut Nyak Dien yang terletak di Sumedang, terdapat ornament di sisi depan makam Cut Nyak Dien yang berbentuk syair. Kurang lebih seperti ini:

Karena djihadmu perdjuangan,
Atjeh beroleh kemenangan,
Dari Belanda kembali ke tangan,
Rakjat sendiri kegirangan.
Itulah sebab sebagai kenangan,
Kami teringat terangan-angan,
Akan budiman pahlawan djundjungan,
Pahlawan wanita berdjiwa kajangan.

Untuk mengenang jasa beliau, selain syair diatas seorang pujangga asal Aceh juga membuat sajak yang berjudul Hikajat Prang Sabi yang isinya

Djanji Tuhan Rabbala’ula
Neublohamba ba’ prang sabil
Njankeu keujum neubri keugata
Patna tjidra peneudjeut rabbi.
Wahe teungku uleebalang,
Njan buloeeng prang Tuhan neubri,
Dijup langet diateuih boimoe,
Lam lam njoe tanna sabe

Demikian biografi singkat dan puisi pahlawan Cut Nyak Dien, semoga bermanfaat serta menambah jiwa patriotisme dalam diri Anda agar senantiasa selalu meneladani setiap perjuang para pahlawan negeri ini yang setia membela Indonesia sampai titik darah penghabisan.

Selanjutnya : Cara Bikin Susu Kedelai
Sebelumnya: Nasi Tim Sayur sebagai Salah Satu Makanan Terbaik untuk Bayi Satu Tahun
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar