Puisi Sakit Hati: Penuh Amarah dan Kecewa


Sebuah puisi dibuat sebagai bentuk curahan hati si pembuatnya. Apa yang sedang dirasakan oleh sang pembuat puisi tentang kesenangan, kegembiraan, kegelisahan, kesedihan, kekecewaan atau bahkan kemarahan dalam diri si pembuat akan terlukis pada karya yang dihasilkannya.

Tujuan pembuatan puisi di antaranya memang untuk memberitahukan perasaan atau ide serta gagasan (pikiran) si pembuat puisi kepada para pembacanya. Saat seseorang membuat karya puisi tentang sakit hati, biasanya akan disampaikan rasa kecewa dan amarah kepada seseorang atau subjek yang dituju. Bahasa puisi yang terkadang penuh arti akan dapat dimengerti oleh para penikmat puisi.

Mulai dari Politik Hingga Asmara

Seorang pembuat puisi akan selalu peka terhadap lingkungan sekitarnya, apalagi jika orang tersebut berprofesi sebagai penggiat kesenian khususnya seni sastra. Semua hal yang dialami, dirasakan, atau dilihat baginya adalah ruang untuk menciptakan karya sastra puisi.

Pembuatan puisi sakit hati diilhami oleh berbagai hal mulai dari bidang politik hingga urusan asmara. Kebanyakan puisi tentang rasa kecewa memang tak jauh dari urusan asmara, tetapi banyak bidang yang bisa digali dalam pembuatan puisi yang bertemakan sakit hati. Suasana politik dan ekonomi yang sedang melanda pun bisa dijadikan sebagai sebuah puisi bertema sakit hati.

Contoh Puisi

Pada umumnya, sakit hati biasanya disangkutpautkan dalam urusan asmara. Saat seseorang mendapati pasangannya berpindah ke lain hati atau melakukan perselingkuhan, tentu ada kekesalan dan rasa sakit hati yang memuncak. Amarah dan kekecewaan yang dirasakan kemudian dituangkan dalam sebuah puisi.
Berikut akan dibuat contoh puisi sakit hati. Puisi ini menceritakan tentang rasa marah dan kesal seseorang kepada pasangannya yang diketahui berselingkuh dengan teman karibnya sendiri. Kekecewaan terhadap pasangan membuat dirinya seakan terbunuh dengan kelakuan sang kekasih.

Membunuhku

Buka matamu dan kecewalah

Saat kau membelakangiku dan menaburkan racun di inci tubuhku

Meratapimu tak layak bagiku

Merindumu tak sebagus seperti dulu

Kau betina berlaku seperti serigala

Membunuhku perlahan dengan taring gigimu

Kau racun yang selamanya tak layak bagiku

Mencintamu adalah kesalahan terbesar dalam hidupku

Menyayangimu yang berakhir kecewa

Melupakanmu dan menorehkan luka di hatiku

Membunuhku….membunuhku

Menyakitiku membuat sakit hatiku

Bagaimana menurut Anda? Dapatkah Anda rasakan kekecewaan, bahkan kecenderungan perasaan sakit hati yang ditunjukkan dalam puisi tersebut? Dapat jugakah Anda rasakan rasa penyesalan yang begitu mendalam dalam puisi tersebut? Jika Anda telah menyimaknya dengan cermat, tentu Anda dapat membuktikan kecenderungan perasaan tersebut.

Tentu, Anda pun dapat membuatnya juga. Tuangkanlah perasaan-perasaan kecewa Anda dengan menggunakan bahasa yang indah seperti dalam puisi di atas. Dengan menuangkan perasaan Anda dalam bentuk puisi, maka gejolak amarah yang berkecamuk di dalam hati Anda akan mendapatkan penyaluran yang positif. Apakah Anda akan mencobanya? Ya, cobalah mempraktikkannya!

Selanjutnya : Teknik Dasar Berenang bagi Pemula
Sebelumnya: Jurnal Tentang Pengertian Bahan Kimia
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar