Puisi Tentang Lingkungan yang Bersih


Sinopsis    :

Bagaimana ekspresi kita untuk mencintai lingkungan hidup dapat pula kita tunjukkan melalui karya sastra, termasuk puisi. Puisi mengenai lingkungan hidup dapat menggugah semangat untuk menyadari betapa berharganya lingkungan dalam kehidupa kita. Berikut adalah artikel yang menyajikan ulasan serta contoh mengenai puisi lingkungan hidup.

Isi        :

Puisi alam, puisi ekologi, puisi tentang lingkungan yang bersih dan indah terkait dengan masalah yang dirasakan dari mental kontemporer kemanusiaan itu sendiri dimana orang berupaya menempatkan hidup dalam penyeimbangan diri dan alam. Tapi kemudian ada situasi ekstrem yang menuntut tindakan sehingga tercipta sebuah puisi yang melukiskan pertempuran antara manusia dan apa yang mereka buang dan habiskan.

Menjaga keindahan lingkungannyamengharapkan perubahan yang mendalam namun cepat dalam tindakan manusia terhadap lingkungan.  Dari puisi kepada Alam, adakah puisi yang semacam itu? Tentunya ada, contohnya adalah puisi di bawah ini, refleksi puisi  tentang lingkungan yang bersih dari V Sawatse, 2012.

Aku Masih Berdiri, Aku Masih Mengarungi Hidup

Aku Masih Berdiri, aku Masih Mengarungi Hidup
Setelah aku melihat pohon dari jendela bangunan lantai dua, tempat kerja ku.
Aku merasa dekat dengan alam!
Hari-hari yang sangat dekat dengan hati, maka, dinyatakan sebagai puisi. ‘Samanea Saman’ – pohon hujan.
Dalam segala cuaca kehijauan tegar berdiri,
Aku menyambut musim dingin membeku,
menyembunyikan aku di tempat teduh salju susu nya,
membiarkan kemudian musim gugur datang,
menghadapi tenang daun daun berguguran,
menikmati masih berbagai nuansa daun,
daun berwarna merah dan oranye,
kekuningan sisanya,
beberapa bulan musim panas tiba,
redup warna pada pohon yang indah,
Sinar matahari tinggalkan aku gugur,
Tapi berdiri aku diam, masih aku bepergian dengan hidup!

Karena aku tahu hujan akan datang,
Dan akan mandi permata untuk tumbuh!
Musim semi akan membawa kembali semua harta,
Daun, cabang dan batang …
sutra tandan akan bunga merah muda ku!
Orang menghabiskan waktu memuja ku,
anak-anak berlarian mereka terkunci,
ditutupi jalan-jalan akan merah muda bunga,
Kawanan burung bernyanyi bernaung…
Tapi berdiri aku diam, masih aku bepergian dengan hidup!

Seperti yang Anda tahu aku tidak bisa bergerak,
Masih aku bisa melihat langkah dunia!
Ratusan pohon lahir dan mati,
pohon kelapa tumbuh lebih tinggi,
Aku memuji mereka untuk surgawi mereka yang tinggi,
tidak bisa mereka bebas meluas seperti ku, meskipun itu
Aku ‘Samanea Saman’, Anak Allah,
Akar yang sangat dipegang oleh Ibu Pertiwi,
Bunga-bunga mahkota pink,
Daun bertahan

Aku tidur di tempat tidur alam,
Aku melihat langit terbuka,
Bintang-bintang berkelap-kelip, bulan yang menyenangkan,
Aku bergoyang dengan angin,
aku bernyanyi dengan burung-burung,
Aku mengagumi bersihnya alam dan berkat Tuhan,
Aku melihat generasi datang dan pergi,
Aku Masih Berdiri, Aku Masih Mengarungi Hidup

Dari V. Satwase 2012

Selanjutnya : Apa Sistem Kepercayaan Sa Huynh?
Sebelumnya: Arti Penting Prinsip Organisasi
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar