Puisi untuk Bunda Tersayang


Puisi untuk bunda tersayang ini, khusus bagi para ibu di rumah di manapun mereka berada, dari anaknya dan mewakili semua anak anak di dunia yang pasti menyebalkan dan mengesalkan. Mudah mudahan kau memaafkanku ibu..

Berikut ini, contoh puisi untuk ibu tersayang. Puisi yang dibut oleh seorang anak sebagai wujud rasa sayang terhadap sang ibu.

Anak yang Tak Pernah Ada di Sisimu

Seorang ibu akan selalu mencintai anaknya, tak peduli apa jadinya

“Ibu, keluar dari kamar ku,
Apa tidak kau lihat aku sedang sibuk? “

Ibu “Silakan mengambil sapu,
Dan membantu ku, Sayang. “

“Tidak! Kau ibu rumah tangga,
Jadi hus hus dan bye-bye! “

Ibu – pura pura Batuk.

“Ibu. keluar.
Aku sedang tidak mood untuk berteriak. “

Bagaimana mungkin aku tidak melihat?
Bagaimana mungkin aku tidak peduli?
Aku kira itu karena,
Kau selalu di sini,
Dan selalu ada.

“Ibu pikir ibu kena pilek,
Ibu merasa tidak enak. “

Ibu
Apa yang bisa aku lakukan
Adalah apa yang aku akan selalu bilang

Bagaimana mungkin aku tidak melihat?
Bagaimana mungkin aku tidak peduli?
Aku kira itu karena,
Kau selalu di sini,
Dan selalu ada.

Dirimu menjadi tua,
Sedih dan kesepian,
Aku tidak pernah memberi rasa hangat,
Tentang dingin mu.

“Ibu butuh tumpangan,”

Aku menjawab
“Tapi, bu
Aku agak sibuk. “

“Silakan Sayang …”

Penglihatanmu perlahan-lahan memudar,
Aku sangat jengkel,
Sambil mendesah, aku berjanji aku akan membelikanmu,
kacamata baru,
Aku pura-pura.

Aku bahkan tidak menyadari,
Aku bahkan tidak peduli,
Itu karena kau,
Selalu di sini,
Dan selalu ada.

“Sayang, aku-aku ingin udara segar,
Jika kau tidak keberatan … “

Kau meminta saya untuk membawa mu jalan jalan di luar,
Aku katakan, aku akan – tapi apakah aku akan?

Tidak ada gunanya sekarang,
Sudah terlambat,
Kau selalu menunggu,
Kau tidak pernah mengeluh.

Ini sangat memilukan,
Untuk berpikir bahwa.

Aku tidak melihat,
Aku tidak peduli,
Kau selalu di sini,
Selalu ada.

Di mana-mana.

Saat di rumah sakit kau terbaring renta,
Terakhir kali aku melihatmu,
Aku mondar-mandir karena malu,
Berdoa kehidupan darimu tidak pergi.
Saat itulah saya mendengar …

Kau berhenti bernapas,
Paru-paru Mu ditutup,
Namun, di detik-detik,
Itu kau berjuang,
Untuk hidup pada hembusan terakhir,
lemah jantung,
Tidak akan mengizinkannya.

Untuk hari-hari saya,
bohong,
Mendurhakai,
Tidak pernah mendengarkan,
Untuk apa yang dirimu katakan,
Teringat lagi

Apa yang saya akan lakukan,
Untuk mendapatkan Mu kembali,
Meskipun saya kira itu egois,
Karena cinta yang saya tunjukkan,
Selalu kurang.

Aku mungkin tidak menunjukkan sekarang dan kemudian hari,
Tapi aku berharap aku bisa berubah, Ibu

Kalau saja aku bisa melihat mu lagi.

Demikian salah satu contoh puisi untuk bunda tersayang, semoga menginspirasi Anda.

Selanjutnya : Puisi untuk Orangtuaku
Sebelumnya: Luas Laut Dikatakan Samudra
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar